Global-News.co.id
Indeks Nasional Utama

Stok Reagen Habis Lagi, Sejumlah Lab Hentikan Tes Corona

 

Sejumlah laboratorium terpaksa berhenti beroperasi untuk melakukan tes spesimen virus corona karena kehabisan reagen.

JAKARTA (global-news.co.id) – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan sejumlah laboratorium terpaksa berhenti beroperasi untuk melakukan tes spesimen virus corona karena kehabisan reagen.
Kondisi ini disebabkan lantaran reagen atau cairan kimia untuk menguji COVID-19 belum sampai. Kendati demikian, dia mengklaim sebagian besar laboratorium tetap menjalankan pemeriksaan.
“Dari lab yang ada, ada beberapa yang tidak bisa melaksanakan pemeriksaan karena reagen belum sampai. Sebagian besar sudah bisa dilaksanakan. Hari ini sudah ada tambahan reagen lagi,” katanya saat konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (2/5/2020).
Reagen adalah senyawa kimia yang dicampur dengan hasil usap dahak orang yang diduga terpapar virus corona. Pemerintah sebelumnya juga sempat kehabisan reagen sehingga membuat pemeriksaan spesimen dahak terhenti. Namun, kali ini Yuri tidak menyampaikan berapa banyak lab yang berhenti melakukan pemeriksaan.
Sejauh ini Indonesia masih melakukan impor produk tersebut. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sempat menyampaikan bahwa reagen produk lokal akan tersedia pada Mei ini. Produk reagen tersebut merupakan konsorsium dari lembaga penelitian, universitas ,dan perusahaan farmasi.
Hingga kini pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap 107.943 spesimen dari sekitar 79.868 orang yang diperiksa.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat adanya penambahan pasien positif corona sebanyak 292 orang sehingga total pasien terkonfirmasi menjadi 10.8.43 orang.
Dari jumlah tersebut, pasien sembuh bertambah 74 orang menjadi 1.665 orang dan korban meninggal meningkat 31 pasien menjadi 831 orang.
Yuri memerinci, hingga kini total orang dalam pemantauan mencapai 235.035 orang atau bertambah 1.915 pasien. Sementara itu, pasien dalam pengawasan naik 422 pasien menjadi 22.545 orang.
COVID-19 juga diketahui telah menyebar ke 321 kabupaten kota di 34 provinsi. “Mari bersama kita tingkatkan imunitas kita sabar dan tetap tenang serta tidak panik. Istirahat cukup, teratur, pastikan tetap bisa jaga jarak dan tidak keluar rumah manakala tidak terpaksa dan jangan lupa cuci tangan,” terangnya. ejo

baca juga :

Tingkatkan Literasi Keuangan, OCBC NISP Ajak Generasi Muda Ngegym Finansial

Redaksi Global News

Bensa, Selamat Datang Bensin Sawit!

Redaksi Global News

Dosen Unesa Pelaku Kekerasan Seksual Dinonaktifkan Setahun dan Penundaan Kenaikan Pangkat

Redaksi Global News