Global-News.co.id
Indeks Nasional Utama

3 Mei: 11.192 Positif, 1.876 Sembuh dan 845 Meninggal

 

Update corona di Indonesia hingga 3 Mei 2020
Sebaran update corona per provinsi hingga 3 Mei 2020.

JAKARTA (global-news.co.id) – Kasus positif terinfeksi virus corona (COVID-19) di Indonesia dari 2 hingga 3 Mei 2020 pukul 12.00 mengalami penambahan sebanyak 349 pasien positif. Sehingga, jumlah positif corona hingga Minggu (3/5/2020) sebanyak 11.192 orang.
“Konfirmasi positif yang didapat bertambah 349 orang sehingga menjadi 11.192 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (3/5/2020).
Kasus positif COVID-19 ini terjadi di 326 kabupaten/kota seluruh provinsi di Tanah Air. Yuri mengatakan kasus sembuh bertambah 211 orang sehingga akumulasinya menjadi 1.876 orang. “Konfirmasi positif yang sudah sembuh bertambah 211 orang sehingga menjadi 1.876 orang,” jelasnya.
Sementara itu, kasus meninggal bertambah 14 orang sehingga akumulasinya menjadi 845 orang. “Kasus konfirmasi positif COVID-19 yang meninggal bertambah 14 orang sehingga menjadi 845 orang,” tambah Yuri.
Yuri juga menjelaskan, hingga saat ini jumlah spesimen yang telah diperiksa dengan menggunakan metode Real Time PCR adalah 112.965 spesimen dari 83.012 orang.
Selain itu, kata Yuri, kasus Orang Dalam Pemantauan yang dilakukan pemantauan sebanyak 236.369 orang. “Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 23.130 orang,” jelasnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada 2 Mei mencatat sebanyak 14 provinsi nihil penambahan kasus positif corona. Sementara itu, tercatat 321 kabupaten/kota dari 34 Provinsi di Tanah Air terdampak COVID-19.
Yuri pun memastikan bahwa tidak ada penambahan kasus baru di 14 provinsi ini bukan karena tidak ada uji laboratorium. “Bukan (karena uji laboratorium),” katanya.
Yuri menegaskan bahwa di 14 provinsi tersebut tidak ada penambahan kasus. “Ya memang tidak ada penambahan kasus, kalau nggak ada memang harus dipaksakan ada kasus? Tidak ada pengaruh (uji laboratorium),” tegasnya.
Kata Yuri, di beberapa provinsi memang ada beberapa laboratorium yang tidak bisa melakukan uji laboratorium. “Di Jogja ada satu laboratorium nggak jalan, yang lainnya jalan. Di Jawa Tengah di RS Kariadi nggak jalan, tapi lainnya jalan,” jelasnya.
Yuri mengatakan, di beberapa laboratorium yang tidak jalan ini karena kehabisan reagen. Dan akan melakukan aktivitas pengujian setelah reagen tersedia lagi. “Jadi di Jogja dari empat laboratorium satu yang kehabisan reagen, yang lainnya masih ada,” katanya.
Diketahui, Yuri juga telah sering mengatakan untuk memutus mata rantai penularan ini adalah tetap tinggal di rumah. “Mari bersama tingkatkan imunitas, sabar dan tenang, tidak panik, istirahat yang cukup dan teratur,” katanya. ejo, tri

baca juga :

DP3AK Ajak Masyarakat Cegah Perkawinan Anak

Redaksi Global News

Dirut PT PAL Jadi Tersangka, Jabatan Langsung Dicopot

Redaksi Global News

Bandara Juanda Mulai Dipadati Pemudik

nasir nasir