Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

Warga Menyerbu Lumbung Pangan Jatim

Warga berdesakan masuk ke Lumbung Pangan Jatim di JX International, Selasa (21/4/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Meski belum resmi dilaunching,  warga rela antre berdesakan di area Lumbung Pangan Jatim di JX International (dulu Jatim Expo, Red) di Jalan Frontage Ahmad Yani Surabaya, Selasa (21/4/2020) pagi.
Mereka berkumpul ke area itu untuk membeli sembako murah yang disediakan Pemprov Jatim melalui Program Lumbung Pangan Jatim.
Walaupun memakai masker, masyarakat  tidak menerapkan physical distancing dan saling berdesakan untuk bisa masuk ke JX International.
Rini (32)warga Wonocolo mengaku tertarik datang ke JX International karena mendapat informasi Lumbung Pangan Jatim menyediakan sembako dengan harga murah. Makanya dia nekat datang jam 08.00 , pikirnya agar situasi belum ramai.
“Nyatanya saya datang sudah banyak warga yang antre. Sebenarnya takut juga ketularan COVID-19, tapi mau gimana lagi,” katanya pasrah.
Rini menyebut harga sembako di JX International relatif murah dengan harga di pasar. Dia menyebut harga gula Rp 12.500 per kg, di luar bisa menembus Rp 19 ribu per kg. “Tapi dibatasi satu orang maksimal dua kilogram,” tambahnya.
Wahyu (45) warga Wonokromo menjelaskan harga sembako di.JX International lebih murah dibandingkan di pasaran. “Telur, gula dan beras menurut saya murah. Makanya saya datang kesini, saya rela antre untuk sembako murah keluarga saya,” katanya.
Dia menyebut sebelum PSBB di Surabaya Raya  diberlakukan dia akan belanja lagi ke Lumbung Pangan Jatim.
Suasana di JX International mulai kondusif setelah aparat kepolisian datang dan menerapkan physical distancing saat mengantre dengan jarak lebih dari 1 meter.

Belanja Online Membingungkan

Sistem menginformasikan batas maksimal pembelanjaan.

Lumbung Pangan Jatim yang menyediakan aneka bahan pokok dengan harga murah di bawah harga pasar ini secara resmi baru akan dibuka sore nanti.
Sejumlah bahan pokok dijual di Lumbung Pangan Jatim ini antara lain beras, minyak goreng, telur ayam, gula, daging ayam, daging ikan, dan juga bawang putih.
Lumbung Pangan Jatim ini memberikan berbagai macam kemudahan di tengah pandemi COVID-19 ini. Selain harga yang murah juga karena dalam Lumbung Pangan Jatim ini bisa diakses dengan cara pembelian online.
Sejumlah warga juga mengakses ke belanja online di Lumbung Pangan Jatim. Namun sistem belanja online dinilai membingungkan.
Yanti (40) warga Ketintang mencoba belanja secara online. “Belanja sekitar Rp 200 ribu, sistem sudah memberi tahu jika belanjaan melebihi batas pembelian. Mestinya sejak awal dikasih tahu, maksimal belanja online itu berapa, belanja offline berapa, jadi jelas semuanya,” katanya.
Yang membingungkan lagi, sistem membatasi belanja di atas Rp 200 ribu tapi ada item yang dijual harga Rp 390 ribu ( bawang putih 1 sak).
“Ini segmen pasarnya siapa? Warga atau grosir, tengkulak, ” katanya.
Hal yang sama juga diungkap Ina (37) warga Sidoarjo. Dia juga menemukan ada item yang dijual dengan sistem sak ( karung). Harganya melebihi batas maksimal pembelanjaan.
Karena itu dia menyarankan ada perbaikan sistem agar ada transparansi item komoditas yang dijual. Dia memaklumi jika belanja online baru pertama kali diterapkan sehingga membutuhkan perbaikan.
“Maksud Ibu Gubernur untuk meringankan beban warga di.tengah pandemi corona sangat perlu diapresiasi. Akan lebih baik jika sistem online diperbaiki agar bisa mendukung kebijakan gubernur,” katanya. tis

baca juga :

Darmawan Prasodjo Resmi Jabat Wakil Dirut PLN

Redaksi Global News

Aparat Desa, Poktan, Tomas-Tokoh Agama Juga Harus Faham UU Bea Cukai

gas

Tak Miliki JKN KIS, Masyarakat Miskin Bisa Ajukan Kisda

Rofiq