Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

Pasca PSBB Surabaya Raya Disetujui, Khofifah Kebut Pergub

Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA (global-news.co.id) — Pergub terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan virus corona (COVID-19) di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik saat ini tengah disiapkan Pemprov Jatim pasca Menkes menyetujui penerapan PSBB di Surabaya Raya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan rancangan Pergub tersebut telah dikerjakan oleh timnya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim sejak Minggu (19/4/2020) malam.

“Di Pemprov Jatim, kami saat ini terus melakukan finalisasi Pergub. Drafnya dibuat  dari Minggu malam, Senin malam sudah difinalisasi oleh tim dan dari Forkopimda Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah, Selasa (21/4/2020) malam.

Khofifah menyebut pihaknya akan melakukan presentasi rancangan Pergub tersebut kepada Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Koordinasi ini penting agar peraturan wali kota dan peraturan bupati bisa selaras dengan pergub. “Harapan kita apa yang ada di Rapergub nanti nyambung dengan Perwali dan Perbup,” ujarnya.

Untuk diketahui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui penerapan PSBB di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Tiga wilayah itu menjadi yang pertama di Jatim yang akan melaksanakan PSBB dalam menekan penyebaran virus corona.

Di sisi lain, Khofifah mengaku akan mendatangkan reagen terkait tes Polymerase Chain Reaction (PCR) laboratorium untuk memenuhi kebutuhan Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal Doni Monardo. Menurut Khofifah, reagen tersebut akan tiba pada hari ini. “Mudah-mudahan besok sore atau malam, sudah bisa sampai di Surabaya, sehingga apa yang menjadi kebutuhan tim ITD Unair terpenuhi,” kata Khofifah.

Namun, Mantan Menteri Sosial itu tak menyebutkan secara pasti berapa jumlah stok tes kit reagen untuk memenuhi kebutuhan ITD Unair.

Sementara Ketua ITD Unair Prof Maria Lucia Inge Lusida mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemprov Jatim yang memperhatikan pasokan reagen dalam penanganan virus corona ini. “Matur nuwun, Bu Gubernur,” kata Inge.

Sebelumnya, ITD Unair Surabaya, dikabarkan telah kehabisan stok tes kit reagen PCR pendeteksi virus corona. Pemeriksaan tes swab PCR di RS Unair Surabaya pun terpaksa harus dihentikan sementara akibat kekurangan reagen. erf, tri

baca juga :

Pemkot Surabaya Diminta Tinjau Ulang Pemakaman Khusus Covid-19

Sebelum Dilepas Bupati, Santri Nurul Jadid Istighotsah HUT  RI

gas

Pemkot Surabaya Fasilitasi Pengurusan SIUP, Dua Hari Total 320 Usaha yang Daftar

Redaksi Global News