Global-News.co.id
Indeks Nasional Utama

IDI Sebut Virus Corona Bisa Segera Berakhir Bila Ada Kesungguhan Masyarakat dan Pemerintah

Pasien corona tengah dirawat di rumah sakit. IDI meyakini jika ada kesungguhan masyarakat dan pemerintah dalam menangani wabah corona prediksi yang menyebut corona di Indonesia akan berakhir pada 7 Juni nanti bukan hal mustahil .

JAKARTA (global-news.co.id) – Prediksi pemerintah yang menyebutkan virus corona atau COVID-19 di Indonesia  akan berakhir pada Juni-Juli mendapat respon dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia).  IDI bisa meyakini prediksi tersebut dengan satu syarat, ada kesungguhan masyarakat dan pemerintah dalam menangani wabah corona.

Anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zaenal Abidin mengatakan akhir virus corona di Indonesia tergantung pada kesungguhan masyarakat dan pemerintah. Jika pemerintah dan masyarakat bisa sama-sama bekerjasama dalam penanganannya, maka akhir wabah COVID-19 pada Juni dan Juli ini bukan hal yang mustahil. “Pilihannya ada pada kesungguhan pemerintah dan masyarakat,” kata Zaenal, Rabu (29/4/2020).

Zaenal mengambil salah satu contoh negara yang berhasil menangani penyebaran virus corona. Vietnam, kata dia, salah satu negara yang berhasil membuat strategi ampuh dalam menangani COVID-19.

Dia menilai cara yang dilakukan Vietnam dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di negaranya sangat ketat. Indonesia bisa meniru, tapi ditekankan Zaenal, keberhasilan penanganan COVID-19 harus dengan kesungguhan dan kekompakan dari pemerintah serta warga negaranya. “Kalau kita baca Vietnam dan beberapa negara lain bisa cepat (menangani COVID-19), karena terkait strategi ketat negaranya. Kembali lagi kesungguhan dan kekompakan,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus melakukan segala upaya meminimalisir penyebaran virus corona. Sehingga, pada Juli 2020 semua dapat normal kembali.

“Bapak Presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan juga mengajak masyarakat untuk lebih patuh, lebih disiplin, dan juga aparat supaya bisa lebih tegas agar pada Juni yang akan datang kita mampu menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia. Sehingga pada Juli kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali,” katanya seusai rapat internal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (27/4/2020).

Para ilmuwan di Universitas Teknologi dan Desain Singapura (SUTD) juga memprediksi wabah COVID-19 di Indonesia bakal tuntas pada Juni nanti. Menurut mereka, saat ini Indonesia sudah memasuki masa puncak. Prediksi ini dibuat oleh Laboratorium Inovasi Berbasis Data (DDI SUTD).  Mereka tak hanya membuat perkiraan untuk Indonesia. Ada 27 negara lain yang ikut diprediksi oleh akademisi dari SUTD ini.

Mereka membuat prediksi ini berdasarkan data yang terus diperbaharui, terakhir pada 26 April 2020. Metode yang digunakan adalah model SIR, atau susceptible (rentan), infected (tertular), recovered (sembuh), diterapkan untuk memperkirakan kurva siklus hidup pandemi virus corona ini. Mereka menerapkan kode-kode dari Milan Batista, ilmuwan dari Universitas Ljubljana Slovenia. Juga, mereka memanfaatkan data dari situs Our World in Data.

Namun demikian, Laboratorium Inovasi Berbasis Data SUTD ini memperingatkan bahwa penelitian yang mereka tampilkan di situs itu hanya bertujuan untuk pendidikan dan riset, serta bisa jadi memuat kesalahan (error). Dan hasil hitung-hitungan mereka mengenai berakhirnya virus corona di Indonesia yakni  tanggal titik balik dari puncak 20 April 2020, berakhir 97% pada 7 Juni 2020, berakhir 99% pada 24 Juni 2020 dan berakhir 100% pada 7 September 2020.

Terkait hasil penelitian SUTD ini, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengaku bingung ketika membaca laporan SUTD tersebut. Pasalnya, tim yang terlibat dalam studi berhasil menentukan kapan tepatnya pandemi COVID-19 berakhir, hingga mengetahui tanggal berapa. “Biasanya yang didapat (dari model simulasi) adalah perkiraan bulan, atau pada minggu ke berapa dalam bulan tersebut. Bukan tanggal,” kata Pandu. Berkaitan dengan ini, Pandu pun enggan berkomentar lebih jauh. Dia justru berkata, tanggal itu sebaiknya dijadikan target kita bersama dalam memerangi COVID-19 di Indonesia. tri

baca juga :

20 Juni: Tambah 1.226 Kasus, Jumlah Positif COVID-19 di Indonesia 45.029 Orang dan 2.429 Meninggal

69 WNI Kru Kapal Diamond Princess Tiba di Bandara Kertajati

Redaksi Global News

10 Juli: Positif COVID-19 di Jatim 15.720 Orang dan Meninggal 1.202

Redaksi Global News