Global-News.co.id
Na Rona Utama

Cubitan Bokong  Ingatkan Buah-Sayur

KETAKUTAN  melanda masyarakat dunia di mana saja berada. Apalagi kalau bukan ketakutan terserang virus covid-19 alias corona. Virus yang mematikan.
Terbukti ribuan manusia meninggal, terpapar virus tersebut. Untuk itu, setiap manusia harus menjaga diri. Menjaga kebersihannya, seperti mencuci tangan hingga meningkatkan imun.
Memang, pandemi virus corona (Covid-19) membuat orang semakin menjaga higienitas. Salah satu yang banyak dilakukan adalah rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Banyak juga yang cenderung lebih berhati-hati menyentuh mulut, hidung, maupun mata dengan tangan yang belum bersih.
Bahkan sejumlah orang ada yang mencuci uangnya dengan sabun. Juga buah dan sayur dan sayur dicuci dengan sabun.
“Lek mon agebeyyeh gengan tarnyak, becco gelluh lek. Ngangguy sabun makle virusseh mateh (Dik kalau mau buat sayur bayem, cuci dulu dek. Pakai sambun biar virusnya mati, Madura. Red). Buah juga begitu. Kamu juga kan suka buah apel dan pisang. Cuci dulu setelah sampai di rumah buah tersebut. Juga semua sayur yang kamu beli cuci pakai sabun tipis-tipis saja,” kata Mat Tadji mengingatkan Ombenina, sang istri.
“Sengak jek ekalpopaeh (Awas jangan lupa, Madura.Red). Buah dan sayur harus dicuci pakai sabu tipis-tipis lo yoh,” kata Mat Tadji yang sore itu menemani Ombenina di dapur, sambil mencubit bokong  istrinya tipis-tipis.
“Wah…iki poso-poso jahil ae tangane,” kata sang istri.
“Katanya masa-masa pandemic corona ini, disuruh banyak bergurau supaya imunnya menjadi kuat. Kalau imunnya kuat bisa melawan corona. Tak arapah lek agejek sakonik. Masak sengkok agejek’eh  so reng binik laen (Gak apa apa dik bergurau sedikit. Masak saya harus bergurau dengan wanita lain,  Madura. Red)
Lalu Ombenina menyuruh Mat Tadji untuk menemani cucunya di teras depan. Ombenina mengatakan, kalau Mat Tadji terus ngoceh, tidak selesai-selesai masakan untuk berbuka puasa. Mat Tadji pun berlalu menghampiri cucu satu-satunya (masih pertama). Tak lupa dia tetap memegang HP-nya. Sambil rebahan Mat Tadji mencari referensi benarkah apa yang akan kita makan itu harus dicuci dengan sabun. Terutama sayur dan buah. Seperti yang dikatakan temannya sekantor?
Setelah menemukan berita yang dicari, lalu dia membacanya….Seperti dilansir Asia One, virus corona dilindungi dengan lapisan lipid yang dapat dipecah dengan sabun. Itulah mengapa praktik mencuci tangan dan benda lain dengan air dan sabun dianjurkan untuk memerangi virus.
Namun, sebagian masyarakat bertanya-tanya, apakah kita juga perlu mencuci produk segar seperti sayur dan buah menggunakan sabun dan air? Sebab, tidak ada jaminan produk sayur dan buah yang ada di rumah kita melalui prosedur keamanan dan higienis, atau justru bahkan banyak disentuh tangan-tangan dengan virus.
Spesialis keamanan pangan di North Carolina State University, Benjamin Chapman menjelaskan kepada Live Science tentang pertanyaan ini. Dia mengatakan, mencuci produk segar dengan sabun justru malah akan menyebabkan sakit perut yang berbahaya.
 “Sabun cuci yang terminum atau termakan dapat menyebabkan mual dan sakit perut. Sabun bukanlah komponen yang bisa ditoleransi oleh perut kita,” kata dia.
Menurut Chapman, belum ada bukti bahwa makanan atau makanan kemasan dapat menjadi sarang virus dalam waktu yang cukup lama, dan membuatnya cukup menjadi sumber infeksi. SARS-cov-2, virus penyebab Covid-19 hanya bisa bertahan pada waktu terbatas di luar tubuh manusia. Virus bisa bertahan pada kertas karton atau kardus selama 24 jam dan plastik serta stainless steel selama 72 jam.
Demikian kesimpulan sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine. Virus tersebut akan menjadi lemah ketika berada berada di luar tubuh manusia.
Jadi, ketika kita menyentuh permukaan yang terpapar percikan bersin seseorang beberapa jam sebelumnya, ada kemungkinan virus yang berada di sana juga sudah terlalu lemah untuk membuat kita sakit. Jadi, Chapman menyarankan agar sayur dan buah cukup dicuci menggunakan air mengalir yang bersih.
“Cara itu bisa menghilangkan 90 hingga 99 persen (kontaminasi),” ungkap dia.
Selain itu, penting diingat, bahwa hal yang lebih penting adalah selalu mencuci tangan sebelum mempersiapkan dan mengonsumsi makanan tertentu. Aturan ini termasuk memasak dan menyajikan makanan menggunakan peralatan masak dan peralatan makan yang higienis.
“Adohhh dek remmah caranah se aberrik ah tawoh ka tang binih areyah (Aduhhh, bagaimana ini, cara saya memberi tahu istri ini, Madura, Red). Clakak onggu (Sungguh celaka, Madura Red). Ternyatah elarang buah kalaben sayur ebecco ngangguy sabun, bahaya (Ternyata buah dan sayur dilarang dicuci dengan sabun,  berbahaya, Madura. Red).  Biarlah sudah terlanjur. Besok sore istriku tak kasik tahu lagi, kalau yang saya suruh itu salah. Siap-siap ini di semprot besok,”  kata Mat Tadji. (*)

baca juga :

Stok Melimpah dan Surplus Sampai Mei 2021, Jatim Tak Perlu Beras Impor

Titis Global News

Gerakan Pentahelix 5 Juta Masker Aice dan GP Ansor Dukung Stakeholder Jatim Lawan Corona

Redaksi Global News

Risma Ingatkan Warga untuk Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Redaksi Global News