Global-News.co.id
Na Rona Utama

Antrean di Bank

KEMARIN  Mat Tadji menggrundel saja hampir 2 jam. Mengapa tidak menggerundel, karena bank yang biasa melayaninya tutup dan Mat Tadji disuruh ke kantor cabang pembantu yang jaraknya sekitar 2 km.
“Untuk sementara, kantor cabang pembantu kami tutup. Selanjutnya dialihkan ke kantor cabang terdekat,” kata petugas keamanan bank cabang pembantu tersebut, dimana seperti biasa Mat Tadji melakukan transaksi.
Bersama si centil Febrina, Mat Tadji melaju ke kantor cabang bank yang dimaksud.
“Aduhhh….kanak, mak antreannah lanjeng…(Aduhhh…kok antreannya panjang, Madura.Red). Ini gak bener. Pemerintah ‘mengharamkan’ kita berkumpul, malah sejumlah bank sekarang menutup kantornya,” keluh Mat Tadji sambil menyuruh Febrina, bagian keuangan kantornya yang antre.
Sementara Mat Tadji memilih duduk di pojok pagar agar menjauh dari kerumunan.
Tak lama kemudian, seorang ibu menyodorkan uangnya Rp 2 ribu kepada Mat Tadji sambil berkata “Ini pak uang parkirnya,” kata ibu tadi.
“Hahhh…bukan saya tukang parkirnya. Itu loh tukang parkirnya,” kata Mat Tadji sambil menunjuk orang bertopi (sang tukang parkir).
“Apess…pola..polanah sengkok ngangguy sandal jeppet, esanggu tokang parkir pola. Tak arapah….tokang parkir kalakoan muljeh (Apesss… mungkin karena saya memakai sandal jepit, sehingga dikira tukang parkir. Tak mengapa…tukang parkir pekerjaan yang mulya, Madura.Red). Kalau tak ada tukang parkir siapa yang menjaga motor dan mobil ini. Apalagi begal dan maling berseliweran sekarang,” Guman Mat Tadji.
Sementara, si Febrina tersenyum simpul mendengar Mat Tadji dipanggil sebagai tukang parkir. Anchorrr.
Setelah sekitar 2 jam, Febrina memanggil Mat Tadji.
 “Pak sudah dipanggil. Ini bapak yang harus maju ke depan, karena bapak yang harus teken cek-nya,” kata Febrina.
Lalu Mat Tadji maju ke counter yang disediakan. Setelah urusannya selesai Mat Tadji ke petugas yang cantik dan semampai berujar, “Mengapa harus ditutup kantor pembantunya. Itu kan dekat kantor saya. Dan setiap saya ambil uang jarang sekali antre. Apalagi sampai 2 jam seperti sekarang ini. Banyak berkumpul kan tak boleh sekarang. Supaya tak tertularvirus corona,” kata Mat Tadji agak nyaring.
Sementara sejumlah nasabah yang lama antre, juga mengatakan, “Betul pak,”.
“Baru kali ini ya …kita antre begitu lama di bank,” kata Mat Tadji.
“Ya sabar pak. Lha…wong situasinya begini, tapi mengapa banyak ditutup kantornya, kan bergerombol jadinya,” kata Febrina.
”Tadi saya menegor petugas counter-nya, karena penutupan itu tak benar. Nih lihat beritanya,” kata Mat Tadji sambil menunjukkan berita yang ada di HP-nya.
….Anggota DPR Fraksi Golkar Muhidin Said mengatakan, banyak bank melakukan penutupan kantor cabang di daerah saat pandemi Virus Corona. Hal tersebut kemudian memicu penarikan uang besar-besaran oleh nasabah.
 “Di daerah banyak penutupan outlet cabang di kota yang terjadi penumpukan nasabah menarik uang luar biasa. Ini berbahaya sekali,” ujar Muhidin melalui Video Conference dengan LPS di Jakarta, Kamis (9/4/2020).
Muhidin melanjutkan, seharusnya di masa pandemi seperti saat ini perbankan harus menjaga kepercayaan nasabah dengan tetap beroperasi normal.
“Bank ini adalah bisnis kepercayaan, kalau ada pembatasan cabang ini sangat berbahaya. Kan bisa pegawai digilir berjaga,” jelasnya.
Dia menambahkan, pembiaran nasabah berbondong-bondong menarik dana juga melanggar aturan pemerintah untuk melakukan jaga jarak untuk menekan penyebaran Virus Corona.
“Kedua sudah melanggar social distancing karena berbondong-bondong mengambil uang,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, pihaknya bersama OJK akan menegur bank yang membatasi operasional. Sebab, pihaknya memastikan hingga kini bank di Indonesia masih memiliki kecukupan likuiditas.
“Ini akan kami cek kembali bersama dengan OJK, kita akan tegur mereka untuk memastikan ketersediaan likuiditas. Tetapi penarikan dana susah kita hindari, kalau ketidakmerataanya jasa layanan perbankan, tapi karena masyarakat menarik uangnya, ini perlu hati-hati,” jelasnya.
Dia menambahkan, bank di beberapa daerah memang ada yang menutup operasional karena terdapat penurunan transaksi.
“Masalah bank yang tutup ada beberapa daerah karena transaksi turun, tidak buka setiap hari. Ini tentu akan dicek kembali, kami akan sampaikan ke OJK,” tandasnya.(*)

baca juga :

PWI Jatim Gelar Lomba Jurnalistik Piala Prapanca Peringati HPN 2021

gas

Kiai Marzuki Apresiasi Pergelaran Wayang Kulit di PWNU Jatim

gas

Tiga Hal Penting tentang Yerusalem

Redaksi Global News