Global-News.co.id
Indeks Metro Raya

Ubhara Rintis Pertanian Pakai Konsep Urban Farming

GN/Istimewa
Fadeli, wakil dekan, dibantu sejumlah mahasiswa memanen tanaman yang dikembangkan dengan metode urban farmin.

SURABAYA (global-news.co.id)-Bayangkan, tanpa harus memiliki lahan yang terlalu luas, kita masih bisa memanen tanaman sayur-sayuran. Dengan sedikit sentuhan, panen sayur yang dihasilkan pun lebih dari cukup untuk diri sendiri atau mau dibagi-bagikan kepada teman atau mau dikomersilkan.

Setidaknya hal itu dibuktikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ubhara Surabaya bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Bumi berhasil bertani di lahan bekas parkir FISIP dengan metode Urban Farming.

Metode ini belakangan ini memang menjadi trend di kota-kota besar di dunia, tak terkecuali Kota Surabaya. Urban Farming atau sering pula disebut dengan pertanian perkotaan merupakan suatu kegiatan yang memanfaatkan baik lahan maupun ruang untuk memproduksi hasil pertanian di wilayah perkotaan.

Di lahan seluas 100 meter persegi, lahan urban farming FISIP Ubhara ditanamai berbagai jenis tanaman seperti Okra, kangkung, terong, sawi, lombok, bawang merah, bawang putih, lombok, kedele dan kacang hijau. “Berbagai tanaman tersebut kami tanam secara organik dengan metode polybag dan verticulture,” papar Wulansary, Ketua Komunitas Sahabat Bumi di sela panen perdana tersebut.

Dalam kesempatan tersebut yang dipanen, kata Wulansary, adalah terong dan kangkung yang punya masa panen sekitar 21 hari.

Sementara itu, Fadeli, Wakil Dekan FISIP Ubhara yang juga menjadi inisiator urban farming tersebut mengungkapkan saat ini panen sayur dengan konsep urban farming dipergunakan sendiri. “Sementara ini kita konsumsi sendiri, tapi ke depan kita akan komersialkan untuk panennya,” ujar Fadeli.

Sebagai pencetus ide bertani dengan konsep urban farmin, Fadeli mendapat dukungan dari pihak fakultas termasuk salah satunya penyediaan lahan. “Bahkan melihat hasilnya pihak rektorat akan memberikan lahan tambahan untuk kami jadikan urban farming,” papar Fadeli yang melibatkan mahasiswanya dalam proses penanaman dan perawatan sayuran tersebut.(faz)

baca juga :

Tol Pasuruan-Probolinggo Ditarget Akhir 2018 Tuntas

nasir nasir

PW Muhammadiyah Jatim Jamu Peserta Konferensi Zhenghe Internasional Forum

gas

Bozem Medokan, Kini Jadi Spot Wisata Instagramable di Surabaya

Redaksi Global News