Global-News.co.id
Indeks Madura

Tahun Politik, Pemkab Diminta Realisasikan APBD Pamekasan Tepat Waktu

Harun Suyitno, anggota Badan Anggaran DPRD Pamekasan, mendesak Pemkab setempat agar melaksanakan anggaran tepat waktu sehubungan padatnya penyelenggaran Pilkada serentak 2018.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Anggota Badan Anggaran DPRD Pamekasan Harun Suyitno meminta agar pada tahun 2018 ini Pemkab Pamekasan merealisasikan serapan APBD tepat waktu. Karena tahun ini adalah tahun politik. Di tahun politik, kata dia, semua persoalan selalu dihubung hubungkan dengan persoalan politik. Karena itu jangan sampai APBD yang hampir mencapai Rp 2 triliun itu serapannya rendah.

Di antara aspek pembangunan yang harus mendapat perhatian serius pada tahun 2018 ini, kata Harun, adalah soal infrasutruktur. Dia menilai pembangunan infrastruktur harus digenjot dan jangan ada penundaan lagi seperti tahun sebelumnya, karena jika infrasutruktur itu ditunda-tunda dan tidak segera digelar ujung-ujungnya akan berdampak pada kualitas dan jumlah serapan.

Aspek lain yang juga harus mendapatkan perhatian, lanjut Harun, yaitu masalah dana-dana hibah atau bantuan sosial kemasyarakatan. Kondisi perekonomian saat ini lagi susah, harga bahan bahan pokok naik. Pemerintah harus mengoptimalkan program bantuan sosial itu jangan sampai ada potongan yang tidak pro rakyat.

“Contohnya bantuan-bantuan di Dinas Sosial, ada bantuan rumah tidak layak huni, ada bantuan beras juga, jadi itu betul betul dimaksimalkan sehingga beban hidup masyarakat itu berkurang dan harapan kami seperti itu. Dan kami dari Badan Anggaran akan terus mengawasi setiap detil dari pada anggaran yang sudah disebar di setiap dinas itu,” katanya Jumat (2/2/2018).

Dan yang tak kalah pentingnya, lanjut Harun, dia berharap agar para pengguna anggaran kepala dinas hingga kepala desa dan semua yang terkait dengan anggaran harus berhati hati mentaati aturan guna menghindari kesalahan. Dengan serapannya tinggi dan dilakukan dengan mentaati aturan main, maka pembangunan akan berjalan efektif dan berkualitas.

“Pengalaman kemarin terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK harus mengingatkan kita semua dan sangat diharap hal itu tidak terulang kembali. Jadi para pengguna anggaran baik kepala dinas, kepala desa, dan semua yang terkait dengan anggaran ini betul betul berhati hati dan juga secepatnya anggaran itu direalisasikan sehingga serapannya tinggi dan baik. Jika serapannya tinggi, pembangunan berjalan efektif dan berkualitas,” katanya.

Terkait dengan rencana peremajaan Pasar Kolpajung anggota dewan asal PKS ini berharap agar benar benar terencana secara matang dengan mengkaji segala macam aspeknya. Itu perlu dilakukan agar pembangunan itu bisa lancar dan maksimal untuk memperbaiki aspek manajemen pasar maupun dari aspek kepentingan pedagang.

Salah satu hal yang perlu diutamakan, kata dia, adalah sosialisasi kepada pada pedagang Pasar Kolpajung. Para pedagang perlu mengetahui upaya pembangunan kembali pasar itu secara menyeluruh agar bisa memahami secara objektif bahwa upaya peremajaan itu bertujuan untuk memperbaiki keadaan secara menyeluruh baik untuk kepentingan pedagang maupun untuk kepentingan daerah.

“Terkait peremajaan pasar khususnya pasar kolpajung, kemarin sudah ada kajian dari yang sebelumnya jarang sekali ada kajian tapi biasanya langsung action. Saya berharap kajian ini nanti harus disosialisasikan kepada para pedagang dan apa yang menjadi feedback masyarakat internal atau para pedagang yang di dalam pasar itu betul betul didengarkan,” harapnya.

Dikatakan warga masyarakat di dalam pasar itu berasal dari banyak profesi, selain pedagang, ada juga tukang bersih bersih dan masyarakat sekitar pasar. Suara mereka, kata dia, harus didengarkan jangan sampai di abaikan, sehingga pengelolaan pasar nanti setelah dibangun benar benar maksimal, aman terhindar dari masalah atau konflik. Dia minta Pemkab mendahulukan pedagang pasar yang lama sebelum membuka untuk pendaftaran bagi pedagang baru. (mas/*)

baca juga :

95 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

Redaksi Global News

Angka Kesembuhan COVID-19 di Surabaya Tembus 3.219 Orang

Penggunaan Sosmed Semakin Mengkhawatirkan

nasir nasir