Global-News.co.id
Na Rona

Tersiksanya Mau Berhenti Merokok

Ilustrasi

Bagi penikmat rokok, merokok adalah kenikmatan merupakan tersendiri. Apalagi kalau saat-saat tertentu seperti sedang kongkow bersama kolega, merokok adalah menghadirkan kenikmatan tersendiri. Apalagi ada secangkir kopi menemaninya. Hanya saja, tidak sedikit penikmat rokok tersebut begitu tersiksa pada awal-awal mau berhenti merokok.

Seperti halnya Budiman (56) yang menceritakan betapa susahnya mau berhenti merokok. Sohib Mat Tadji ini mengatakan, awal-awal mau berhenti merokok betapa tersiksanya. Apalagi saat-saat seusai makan, dimana itu merupakan waktu-waktu menikmati rokok. Awalnya “pusing” juga tidak merokok seusai maka siang misalnya.

“Seperi apa ‘pusingnya’ kalau tak merokok,” kata Mat Tadji di sebuah warung kopi. Malam itu tiga orang bersahabat janjian untuk ngopi bareng di di sebuah Warkop di kawasan Surabaya Selatan. Selain Mat Tadji, Budiman juga hadir Andarto.”Pokoknya gimana gitu. Saya tahan jagan sampai merokok. Di saat menahan itu, sebenarnya ‘penderitaan’ perokok yang mulai berhenti merokok.

Budiman sendiri sejak SMA sudah merokok. Setiap hari bisa habis 2 bungkus. Baru setelah dokter memutuskan bahwa dirinya mulai terserang jantung dan harus behenti merokok, Budiman akhirnya berhenti merokok 4 tahun lalu. Kalau sebelumnya Budiman setelah makan langsung merokok, sejak berhenti merokok, selanjutnya diganti dengan mengunyah permen kopiko. Permen yang katanya mengandung kopi tersebut ditinggalkannya setelah 4 bulan kemudian.

“Sekarang saya sudah bisa hidup tanpa rokok. Hanya awal-awal berhenti yang benar-benat menyiksa, dan akhirnya bisa juga karena keinginan untuk sehat. Apalagi dojter menyuruh berhenti merokok, karena ada masalah di jantung saya,” katanya.

 

Di Bawa Sanpai Tidur

Lalu bagaimana cerita kau Andarto (72) mengapa kau bisa berhenti merokok, padah kau kayak sepur kalau merokok, kata Mat Tadji. “Sama ceritanya dengan Budiman. Dokter mengharuskan saya berhenti karena sudah ada masalah serius dengan jantungku. Waktu saya mentgatakan  pada diri saya, mulai sekarang aku harus berhenti merokok demi kesehatan,” kata Andarto yang setiap harinya bisa mnenghasilkan Dji Sam Soe 3 bungkus.

“Kalau ini (harapan dokter agar  berhenti merokok) benar-benar menjadi lokomotifnya dalam merokok, maka aku harus seriusnya untuk berhenti itu. Seperti halnya Budiman, Andarto punpada awal-awal berhenti itu yang benar-benar menyiksai. “Malah kata istrikku awal-awal berhenti merokok, saya mengingau minta rokok saat tidur,” kata Andarto.

Lalu bagaimkana kok bisa berhenti total. Dia mengatakan, pertama itu harus datang dari niat yang sungguh-sungguh. Setelah itu, pada awal-awal jangan ikut kongkow bersama temannya. Menghindari dari kelompok tersebut, agar tidak selalu ingat merokok. “Pokoknya harus banyak kegiatan positif, sehingga dapat melupakan merokok. Initinya jangan berkumpul dengan para perokok dulu,” katanya.(*)

baca juga :

Si Jabrik Arsheena

Redaksi Global News

Pijat Plus Rp 400 Ribu

Redaksi Global News

Hanya di Irak, Pembeli Pertama Bayar Seikhlasnya

gas