Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Pendidikan

Mahasiswa UNAIR Juarai Karya Tulis Ilmiah di Turki

Mohammad Wahyu Syafi’ul Mubarok (nomor dua dari kanan, jaket biru) bersama dua rekannya saat menerima Piagam sebagai Juara I karya Tulis di Turki. (Foto: dok pribadi)

SURABAYA (global-news.co.id)– Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Mohammad Wahyu Syafi’ul Mubarok, berhasil meraih prestasi membanggakan di negeri orang. Mahasiswa jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair angkatan 2016 ini menjadi juara I Olimpiade Karya Tulis Ilmiah dan Simposium Internasional, yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki.

Di ajang yang digelar di Baglarbasi Cultural Center Turki tersebut, Wahyu mempresentasikan makalahnya yang bertajuk Uji Coba Nuklir Turki di PulauTerluar Indonesia.  Makalah yang dipresentasikan bersama Nindya Kharisma Cahyaningtyas  dari  Universitas Indonesia dan Tiara Puspita dari Eskisehir Osmangazi University itu menyisihkan sejumlah 36 judul makalah yang masuk ke panitia.

Simposium yang berlangsung pada 20-28 Januari 2018 itu dihadiri oleh mahasiswa asing yang menempuh studi di Turki. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Malaysia, Mesir, beberapa negara kawasan Afrika, Indonesia, dan tuan rumah Turki sendiri.

“Senang sekali dan masih nggak percaya (mendapatkan juara I, red),” ujar Wahyu, setiba kembali di kampusnya FST Unair kawasan Mulyorejo, Selasa (30/1).

Makalah itu memuat kerja sama penggunaan energi nuklir antara Indonesia dan Turki untuk pemenuhan energi di masa yang akan datang. Ia melihat penggunaan energi nuklir itu dari aspek SDM, SDA, kebijakan pemerintah kedua negara , serta mega proyek Tiongkok one belt one road.

“Tujuan besar kerjasama itu adalah kedaulatan pulau di Indonesia dengan landasan poros maritim 2020. Sedang bagi Turki, dapat memenuhi cita-cita Turki tahun 2023 di bidang energi,” ujar penulis buku motivasi Islam berjudul Pelangi Diri itu.

Wahyu mengaku bisa belajar banyak hal di negerinya Presiden Recep Tayyip Erdoğan ini. Meski hanya seminggu, ia bisa merasakan suka duka mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki. Ia sempat berkeliling kota di Istanbul. Sempat pula berkunjung ke kompleks Hagia Sophia, Taksim, Galata Tower, Bosphorus Tour, Basilica Cistern, Süleymaniye, dan beberapa universitas di Istanbul.

”Kami juga diajak ke Bolu, kota kecil di antara Istanbul dan Ankara untuk lihat salju tebal di bukit Golcuk. Kemudian ke Ankara, ke KBRI Ankara, sampai ke Anitkabir (makam Ataturk),” ucap mahasiswa aktivis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Penalaran Unair ini.

Wahyu juga diundang untuk siaran di Radio SES 92,7, sebuah radio milik pemerintah Turki. Rupanya redaksi radio tersebut tertarik dengan isi makalah karya Wahyu. Maka ia pun berbagi ide dan pengalaman tentang makalah yang ditulisnya itu.

This is my first time ke luar negeri. Di samping cita rasa masakan Turki yang aneh, Turki menawarkan kesan akan keagungan sejarah yang masyhur sepanjang zaman, dan layak untuk dijelajahi sekali sebelum mati,” tandas Wahyu.(ins)

baca juga :

Bicarakan Pengganti Wabup, Bupati Baddrut Tamam Janji Setelah 100 Hari Meninggalnya Raja’e 

gas

Bidik Warga NTT, KSP Pintu Air Buka Cabang di Sidoarjo

Redaksi Global News

Salat Id Digelar Berjamaah, BIN Prediksikan Bakal Ada Lonjakan Penularan Corona