Global-News.co.id
Indeks Madura

SDN Kowel III Optimistis Masuk Sekolah Adiwiyata Nasional

Kepala sekolah berfoto bersama dengan para guru SDN Kowel.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan optimistis tahun ini akan ada lagi sekolah binaannya yang akan masuk atau ditetapkan menjadi sekolah Adiwiyata Nasional. Optimisme itu muncul setelah tim penilai pemilihan sekolah Adiwiyata nasional berkunjung ke Pamekasan, Rabu (15/11/17) kemarin.

Tim penilai Sekolah Adiwiyata tingkat nasional datang ke Pamekasan guna menilai dan melihat secara langsung sejumlah sekolah dari Pamekasan yang berhasil masuk pada sekolah Adiwiyata propinsi. Sekolah sekolah itu kembali dinilai oleh tim pusat guna dipilih yang memenuhi syarat guna dikukuhkan menjadi sekolah Adwiyata nasional.

Di Pamekasan pada tahun 2017 ini ada empat sekolah yang masuk terpilih dan dikukuhkan menjadi sekolah Adiwiyata provinsi. Sekolah sekolah itu berhak mendapatkan penilaian untuk bisa dikukuhkan sebagai sekokah Adiwiyata nasional. Dua dari sekolah tersebut adalah SDN Kowel III dan SMPN 2 Larangan.

Kepala Dinas Pendidikan HM Tarsun.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Drs HM Tarsun MSi, mengatakan sejak ada program pemilihan sekolah Adiwiyata, sudah banyak sekolah binaannya yang telah mendapat predikat sebagai sekolah Adiwiyata nasional. Bahkan ada satu sekolah yang mendapat predikat atau ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata mandiri, yakni SMPN 1 Larangan. SMPN 1 Larangan ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata mandiri karena sekolah tersebut telah memiliki predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional tiga tahun lalu.

Kemudian pada tahun 2017, SMPN 1 Larangan masuk menjadi sekolah Adiwiyata mandiri, yaitu predikat di atas sekolah adiwiyata nasional. Dinamakan Adiwiyata mandiri karena prestasi sekolah ini bisa mengimbas ke sekolah sekolah yang ada di sekitarnya.
“Program pemilihan sekolah Adiwiyata ini hanya metode atau jalan saja, targetnya adalah bagaimana siswa itu mencintai, memahami, menerapkan dan memiliki budaya hidup sehat, bersih dan indah. Selain bagi siswa hal itu juga berlaku bagi guru. Jadi fokusnya siswa, guru dan lingkungan sekolah,” kata Tarsun.

Dengan banyaknya sekolah Pamekasan yang telah berhasil meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata, utamanya Adiwiyata Nasional, lanjut Tarsun, berarti pendidikan, pembiasaan atau penciptaan mental hidup sehat dan bersih bagi para siswa sudah mulai membuahkan hasil.

Sementara itu Kepala SDN Kowel III Hj Nur Alifah mengaku optimistis sekolahnya terpilih sebagai sekolah Adiwiyata nasional tahun ini. Sebab berbagai kriteria yang dipersiapkan telah memenuhi syarat. Bahkan tim penilai dari Jakarta sempat kaget, karena sepantasnya SDN Kowel III itu sudah lebih dulu masuk sebagai sekolah Adiwiyata nasional.

“Tidak mendahului takdir Allah, namun tim penilai dari pusat mengatakan sekolah kami bagus dan sangat layak masuk jadi adiwiyata nasional. Bahkan kami diminta untuk siap siap menghadiri penyerahan penghargaan pada tanggal 17 Desember 2017 mendatang di Jakarta,” katanya. (mas/*)

baca juga :

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2020 Jatuh Hari Minggu 24 Mei

Redaksi Global News

Kasus Flu Burung Meningkat, Korea Selatan Perluas Disinfeksi

Redaksi Global News

Kecelakaan di Tol Ngawi-Solo, Anggota DPRD Kabupaten Malang Meninggal

Redaksi Global News