Global-News.co.id
Indeks Madura

Program “Sabtu Perkasa”, Tuntaskan Perekaman KTP Elektronik di Pamekasan

GN/Istimewa
Suasana perekaman data untuk pembuatan KTP elektronik di Kecamatan Waru, Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pamekasan kini tengah menuntaskan penyelesaian program Sabtu Pelayanan Rutin di Tingkat Desa  (Sabtu Perkasa). Program ini adalah pemberian pelayanan semua kebutuhan kependudukan secara cepat bagi warga, khususnya bidang perekaman KTP Elektronik yang dilakukan pada hari Sabtu.

Program Sabtu Perkasa ini dilakukan di desa-desa di kecamatan yang warganya masih banyak yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Petugas datang ke desa melakukan perekaman, misalnya di balai desa, rumah kepala desa atau rumah kepala dusun atau rumah tokoh masyarakat.
Program ini mengacu pada Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri No.471.13/9686/Dukcapil tanggal 14 September 2016 tentang Pelayanan Perekaman dan Pencetakan KTP elektronik. Dan Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri NO 470/2807/SJ Tanggal 15 Juni 2017 tentang percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan bidang administrasi kependudukan.

Hingga saat ini di Kabupaten Pamekasan ada lima kecamatan tercatat memiliki warga paling banyak belum melakukan perekaman antara lain Kecamatan Batumarmar,  Kecamatan Palengaan, Kecamatan Pegantenan, Kecamatan Proppo dan Kecamatan Waru.

GN/Istimewa
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Herman Kusnadi

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pamekasan Drs Herman Kusnadi MM, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Agus Subiyanto S.Kom, MM mengatakan selama tahun anggaran 2017, program Sabtu Perkasa ini dilakukan 8 kali. Perekamanan terakhir dilakukan bulan November ini yakni di Desa Waru Barat Kecamatan Waru.

“Jadi dalam satu bulan kita bagi menjadi empat tahapan kegiatan. Sabtu pertama kita putuskan desa mana yang akan dikunjungi di kecamatan itu.  Lalu Sabtu kedua pelaksanaan perekaman. Sabtu ketiga memproses hasil rekaman dan Sabtu terakhir menyerahkan KTP elektronik itu pada warga,”  jelas Herman.

Begitu ramainya permintaan perekaman ini, kata Herman, membuat petugas sering melakukan lembur. Kenyataannya  memang banyak warga yang belum melakukan perekaman.  Tiap hari perekamann rata rata mencapai antara 300 hingga 350 orang. Sehingga petugas ada yang sampai lembur hingga pukul 20.00 WIB.

Sesuai dengan edaran pemerintah pusat perekaman KTP elektonik ini harus tuntas pada akhir tahun 2017 ini. Karena itu Herman mengimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan sisa waktu tahun 2017 ini untuk melakukan perekaman khususnya bagi warga masyarakat yang usia lanjut, sakit dan lainnya.

Masyarakat diminta untuk segera melapor kepada kepala desa atau kecamatan guna dilakukan pendataan dan kemudian perekaman susulan. Perekaman bisa dilakukan di balai desa, kantor kecamatan,  dan pihak Dinas Kependudukan akan turun lagi melakukan perekaman jika ada masyarakat yang membutuhkan.

Herman mengatakan dari data yang dimilikinya diperkirakan masih terdapat sekitar 60 ribu warga Pamekasan yang belum melakukan perekaman KTP eleketonik ini. Khusus hasil perekaman dari program Sabtu Perkasa selama satu tahun mencapai 13.746 warga. Sedangkan jumlah hasil perekaman secara keseluruhan dengan program lainnya mencapai 37.000 lebih.

“Kami mengimbau agar masyarakat memanfaatkan waktu akhir tahun ini. Keberadaan KTP elektronik itu amat penting, karena berkaitan dengan banyak kepentingan antara lain kepentingan Pilkada dan Pilpres mendatang. Namun yang paling penting adalah dengan kepemilikan KTP itu untuk kepastian hukum status kewarganegaraan,” katanya.

Program Sabtu Perkasa ini sudah dilakukan mulai sejak tahun 2013 lalu. Selama tiga tahun pelaksanaannya biaya ditanggug  secara swadaya oleh masyarakat. Namun mulai tahun anggaran 2016 lalu program Sabtu Perkasa ini sudah mendapat sokongan anggaran dari APBD Pamekasan,  sehingga lebih ringan dan tidak membebani masyarakat. Menurut rencana program ini kembali akan dilakukan pada tahun anggaran 2018 mendatang.(mas/*)

baca juga :

Badrut Tamam : Beasiswa Santri Menuju Santri Tangguh Berdaya Saing

gas

Sekolah di Zona Hijau Boleh Belajar Tatap Muka

Redaksi Global News

Risma Larang Nelayan Melaut

Redaksi Global News