Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Indeks Nasional Utama

Pakde Karwo: Perdagangan Antar Daerah Strategis bagi Perekonomian Lokal!

Gubernur Jawa Timur mengikuti workshop APPSI dalam rangka kerjasama pemanfaatan produk unggulan daerah di Hotel Shangrilla, 21-23 November 2017.

SURABAYA (global-news.co.id)Perdagangan antar daerah memiliki peran yang strategis bagi perekonomian daerah maupun nasional. Perdagangan antar daerah memperkuat pasar dalam negeri dari serangan pasar bebas, apalagi sebanyak 40 persen pasar atau captive market ASEAN berasal dari Indonesia.

“Perdagangan dalam negeri ini harus terus didorong dalam pasar global,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menjadi keynote speaker Workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dalam rangka Kerjasama Pemanfaatan Produk Unggulan Daerah “Optimalisasi Kerjasama Perdagangan Antar Daerah” di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (22/11/2017).

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu, menjelaskan, melihat potensi besar perdagangan dalam daerah, Jatim mendirikan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi guna memperkuat logistik dan konektivitas antardaerah, termasuk meringankan biaya perdagangan.

KPD Jatim juga berperan memotong jalur distribusi yang terlalu panjang di Indonesia sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah.

“Konektivitas antar daerah akan meringankan biaya perdagangan. KPD Jatim berperan penting dalam memotong jalur distribusi yang terlalu panjang dari industri di tanah air,” tegas Pakde Karwo di hadapan peserta Workshop APPSI.

Ditambahkan, melalui KPD tersebut, berbagai kegiatan bisa dilakukan. Di antaranya, promosi produk unggulan Jatim, temu bisnis dan transaksi dagang,  melakukan support value chain~ komoditi dalam negeri,  business aggregator, serta sekaligus  market intelligent dan pameran terpadu terhadap komoditi unggulan seperti fashion, kerajinan, kulit dan produk kulit, perhiasan, alas kaki, kosmetik, logam, kayu, dan aksesoris di beberapa wilayah.

Pakde Karwo saat bertemu dengan mantan Mendagri Ryas Rasyid dalam workshop APPSI.

Setiap tahun, kinerja perdagangan antar daerah naik 19-21 persen. Kinerja perdagangan antara daerah Jatim sendiri, lanjut Pakde Karwo, tiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya ekspor antar daerah. Kenaikannya dari tahun ke tahun cukup tajam sekitar 19-21 Persen. “Itu kenaikan yang luar biasa. Grafik kenaikannya tidak linear, tetapi kuantum,” kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Jatim, tahun 2016 kinerja perdagangan Jatim surplus Rp 100,56 triliun. Untuk kinerja ekspor antar daerah dan luar negeri pada tahun 2016 mencapai Rp 808,69 triliun dan impor luar negeri dan antar daerah mencapai Rp 733,42 triliun. Nilai tersebut juga ditunjang dengan posisi Jatim yang diuntungkan dari segi geografi ekonomi, sehingga logistik dan connectivity menjadi lebih murah.

Melalui Workshop APPSI ini, Pakde Karwo berharap, perdagangan antar daerah bisa lebih dioptimalisasi dan diperluas. “Ini pertemuan yang paling produktif. Kepala daerah bisa lebih mengerti dan care (peduli –red.), sehingga perdagangan bisa lebih optimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan, perdagangan antar daerah dari 34 provinsi ini sangat berpengaruh pada PDB Indonesia.

Guna meningkatkan perdagangan, presiden telah memberikan tiga mandat kepada Kementerian Perdagangan, antara lain menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok dan barang penting, mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, serta membangun dan merevitalisasi pasar rakyat. Workshop APPSI yang berlangsung 21-23 November 2017 dihadiri 11 gubernur, serta perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. (tim/sir/faz)

 

baca juga :

Pakde Karwo Ungkap Empat Strategi Tingkatkan Daya Saing Jatim   

Peneliti Havard Sarankan AS Perlu Social Distancing COVID-19 hingga 2022

Redaksi Global News

PKS Lengkapi Rekomendasi di 19 Pilkada Jatim

Redaksi Global News