Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Moto E3 Power Mulai Dirilis Pasar Ritel Surabaya

GN/F. Al Aziz MBG Marketing Specialist Lenovo Indonesia Deasy Yosita memperlihatkan Moto E3 Power.
GN/F. Al Aziz
MBG Marketing Specialist Lenovo Indonesia Deasy Yosita memperlihatkan Moto E3 Power.

SURABAYA (global-news.co.id)-Ini kabar baru bagi mereka yang dulu pernah memakai handphone merk Motorola.  Launching smartphone (gawai pintar) Moto E3 Power di Surabaya, pada awal Desember, menandai mulai beredarnya kembali produk Motorola ke pasar gawai pintar Indonesia pasca diakuisisi oleh Lenovo Group Limited, produsen PC terbesar asal China.

MBG Marketing Manager Lenovo Indonesia, Miranda Vania Warokka mengungkapkan, launching Moto E3 Power menjadi penanda masuknya kembali produk Motorola ke pasar ritel smartphone Indonesia, mulai 12 Desember 2016.

Menurut Miranda, sebelum launching di sejumlah kota besar di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Bandung serta Surabaya, Moto E3 Power hanya dijual ke pasar lewat perusahaan jual beli online kenamaan. Miranda mengatakan, hasil penjualan melalui online diakui mendapat respon cukup besar, meski hanya satu bulan.

“Pamor Motorola di luar negeri yang cukup baik bisa dibawa di industri smartphone di Indonesia,” ujar Miranda Vania Warokka, di sela peluncuran Moto E3 Power di Surabaya, Jumat (9/12/2016).

Miranda mengatakan, Moto E3 Power merupakan produk Motorola pertama yang difabrikasi di dalam negeri.

Miranda menjelaskan, produksi Moto E3 Power ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan pemerintah tentang kandungan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 20 persen. Termasuk kandungan lokal 20 persen itu aplikasi konten lokal dimana selama ini juga dilakukan Lenovo. “Pabrik Moto juga ada di Indonesia dan lebih bersifat perakitan,” ungkap Miranda.

Dipaparkan Miranda, Motorola menyasar kelas premium, tetapi untuk yang pertama, lebih dulu merilis Moto E3 Power dengan segmen pasar menengah. “Hal ini terkait dengan komitmen kami terhadap aturan pemerintah dalam memenuhi kandungan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri red.) yang mencapai sekitar 20 persen,” ujar Miranda.

Sekadar diketahui, pada awal 2017 nanti, Moto bakal meramaikan pasar smartphone dengan melepas varian produk yang fokus ke segmen premium. Segmen premium ini, kata Miranda, sebenarnya sudah diawali dengan kehadiran Moto Z Play beberapa bulan lalu. Yang jelas di 2017 mendatang, Moto mempertegas segmen yang disasar dan juga distribusi produknya, meski nantinya tetap menyediakan produk mid-end.

Dalam memasuki pasar smartphone di dalam negeri, Moto memiliki semangat untuk Being Different. Semangat inilah yang dibawa dalam melakukan kampanye di 3 kota yakni Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. “Di setiap kota, kami mengusung tema kampanye yang berbeda yakni di Bandung dengan different with music, di Yogyakarta yang akrab dengan hal-hal seni sehingga tema yang diusung different with art. Sedangkan di Surabaya sendiri different with fashion,” ungkap Miranda.

Lebih lanjut Miranda menjelaskan, walaupun nantinya brand Moto dikhususkan menyasar pasar premium dan Lenovo untuk kalangan menengah dan mainstream, tetapi ada juga produk Motorola yang diperuntukan bagi kalangan menengah.”Pasar menengah di Indonesia memang cukup menjanjikan, bahkan lebih besar dibanding pasar premium,” ujar Miranda. (*)

baca juga :

Dorong UMKM Naik Kelas, PT PII Gelar Pembinaan UMKM Situbondo

Redaksi Global News

Antisipasi Banjir Susulan, Pemkot Surabaya Keruk Sedimentasi Kalimas

Redaksi Global News

Bantu Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi, SIG Berdayakan 30 Ibu Rumah Tangga Menjahit 1.400 Baju Hazmat

Titis Global News