Global-News.co.id
Madura

Lulusan STAIN Diharapkan Miliki Ilmu yang Barakah

GN/Masdawi Dahlan Ketua STAIN Mohammad Qosim memimpin prosesi wisuda Sarjana STAIN, Sabtu (24/12/2016).
GN/Masdawi Dahlan
Ketua STAIN Mohammad Qosim memimpin prosesi wisuda Sarjana STAIN, Sabtu (24/12/2016).

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Sabtu (24/12/2016) menggelar wisuda yang ke XXII untuk program Sarjana Srata  (S1) dan Wisuda ke II untuk program Magister Strata (S2). Wisuda dilakukan di Auditorium Kampus STAIN Pamekasan Jalan Trunojoyo Km 4 Pamekasan.

Ada 310 lulusan yang diwisuda, rinciannya adalah 149 wisudawan dan 161 orang wisudawati. Untuk program S1, jumlah wisudawan sebanyak 305 orang dan untuk program S2 sebanyak 5 orang.

Lulusan S1 terinci  90 orang dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), 17 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), 79 wisudawan dari Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI).

24 orang wisudawan dari Prodi Al Ahwal Asy Syahsiyah (AHS), dan 105 wisudawan dari Prodi Perbankan Syariah (PBS). Sedang, 5 wisudawan Program S2 semuanya berasal dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Wisudawan terbaik S1 sebanyak lima orang, antara lain Muhammad Tamamullah dari Prodi PAI, Gafar Muntaha dari Prodi PBA, Isbat dari Prodi TBI, Khairul Baniyah dari Prodi AHS dan Imam Buchori dari Prodi PBS. Sedangkan wisudawan terbaik S2 PAI adalah Hasbullah.

Ketua STAIN Pamekasan Dr H Mohammad Qosim MAg mengatakan eksistensi wisudawan atau lulusan perguruan tinggi Islam di tengah masyarakat akan diketahui sejauhmana mereka bisa mengaplikasikan dengan baik ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan.

Semakin maksimal seorang lulusan perguruan tinggi Islam memberikan kontribusinya pada masyarakat, maka akan makin besar dan agung kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan umat. Karena itu sarjana lulusan perguruan tinggi Islam memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat.

Dia mengatakan seorang lulusan akan bisa maksimal memberikan kontribusi ilmunya pada masyarakat, jika memiliki ilmu yang barakah. Ilmu yang barakah akan diperoleh melalui proses yang barakah juga utamanya saat belajar di kampus atau bangku perkuliahan.

“Barakah itu terbangun dari baiknya komunikasi dengan para dosen, para pejabat administrasi, hingga pada pola komunikasi  antara sesama mahasiswa, utamanya antara mahasiswa yang berlainan jenis. Semua itu akan menjadi penopang kebarakahan ilmu seorang sarjana nanti jika terjun ke publik,” terangnya.

Qosim juga berharap para alumni STAIN juga nanti tidak melupakan almamaternya untuk menyumbangkan ilmu dan tenaganya guna memajuan almamater tercintanya. Karena itu dia berharap para alumni STAIN bisa bergabung dengan Ikatan Alumni STAIN yang kini terbentuk, agar pola komunikasi mereka membantu STAIN bisa mudah dan efektif. (mas)

baca juga :

Bupati Yakin Dengan Manajemen Baik PDAM Segera Sehat

gas

Bupati Syafii Minta Guru Tingkatkan Profesionalisme

Redaksi Global News

Pemkab Pamekasan Kawal WUB, Tahun 2021 Peserta dan Jenis Pelatihan Bertambah

gas