Global-News.co.id
Madura

Jabat Ketua, Qosim Bertekad Jadikan STAIN Religius, Kompeten dan Kompetitif

GN/MASDAWI DAHLAN Dr Taufiqurrahman MPd (kiri) menyerahkan jabatan Ketua STAIN Pamekasan pada Dr Moh Qosim MAg (kanan)

PAMEKASAN (Global News)-Jabatan Ketua STAIN Pamekasan tahun 2016-2020 diserahterimakan dari Dr Taufiqurrahman MPd kepada Dr Moh Qosim MAg di Lantai II Gedung Multi Center Kampus STAIN Pamekasan, Kamis (13/10/2016). Acara ini  dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, karyawan administratif, dosen dan para mantan Ketua STAIN Pamekasan.

Dr Taufiqurrahman menjabat sebagai Ketua STAIN Pamekasan masa jabatan 4 tahun mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2016. Sedangkan Dr Moh Qosim akan menjabat mulai tahun 2016 hingga 2020 mendatang. Sebelumnya, dia menjabat sebagai direktur pasca sarjana di kampus tersebut.

Dalam sambutannya, Taufiqurrahman mengucapkan selamat pada Ketua STAIN yang baru. Dia mengaku selama empat tahun menjabat Ketua STAIN, banyak yang dihasilkan, sekalipun juga mengakui adanya kemungkinan kekurangannya.

“Banyak suka dan dukanya, utamanya yang paling melelahkan  soal program transformasi kelembagaan  STAIN  menuju IAIN Madura. Upaya ke arah sana memang  melelahkan. Juga banyak hal lain yang butuh perhatian serius di antaranya memajukan  jurusan dan prodi di STAIN Pamekasan,” ungkapnya.

Sementara Moh Qosim mengucapkan terima kasih kepada  Taufiqurrahman. Ia mengatakan mantan Ketua STAIN itu banyak berjasa pada dirinya dalam proses terpilihnya dia menjadi  Ketua STAIN.

”Saya ini bisa mendaftar menjadi kandidat ketua karena jabatan saya sebagai direktur pasca sarjana STAIN. Dan saya diangkat menjadi direktur pasca sarjana oleh beliau bapak Taufiqurrahman. Dan banyak hal lain yang juga berasal dari kebijakan beliau, “ kata Qosim merendah.

Lantas apa yang akan dilakukan dalam meminpin STAIN ke depan ?  Qosim menegaskan dirinya akan merealisasikan tiga motto yang selama ini menjadi obsesinya jika terpilih menjadi ketua yakni menjadikan  STAIN menjadi kampus yang religius, kompeten dan kompetitif.

Religius maknanya menjadikan STAIN menjadi kampus yang komitmen menjadi lembaga keagamaan, di antaranya harus ditandai dengan meriah dan hidupnya kegiatan masjid kampus yang ada di STAIN.  “Kalau soal lain mungkin relatif, tapi paling tidak masjid kampus harus hidup dengan segala programnya,” tandasnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan kompeten, lanjut Qosim, dia  akan membawa STAIN  menjadi institusi yang memang bisa meluluskan out put yang berkompetensi tinggi. Karena itu para dosen dan berbagai elemen lainnya di STAIN Pamekasan harus memiliki kompetensi yang baik menuju STAIN yang lebih baik lagi ke depan.

Sedangkan yang ketiga adalah menjadikan STAIN menjadi kampus yang kompetitif, yakni STAIN Pamekasan harus menjadi kampus yang memiliki daya saing. Di antara program yang sudah dan akan terus dilakukan adalah melibatkan dosen dan mahasiswa STAIN Pamekasan menjadi pembicara dalam berbagai forum ilmiah tingkat nasional dan internasional. (mas)

 

baca juga :

Sekolah Lapang Untuk Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau

gas

Badrut Tamam : RT, RW, dan Kades Kompak Cegah Penyebaran Corona

gas

Persiapan Nataru di Pamekasan, di Kota Car Free Night, di Desa dan Kecamatan Menggelar Istighotsah

gas