Global-News.co.id
Utama

Kalau Jadi Presiden, Trump Setuju Yerusalem Ibukota Israel

GN/Istimewa Donald Trump, calon Presiden Amerika Serikar dari Partai Republik.
GN/Istimewa
Donald Trump, calon Presiden Amerika Serikar dari Partai Republik.

WASHINGTON (Global News)-Calon Presiden Partai Republik Amerika Serikat Donald Trump berjanji kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kalau dia terpilih sebagai presiden, maka Yerusalem bakal diakui dan berperan penuh sebagai Ibukota Israel.

Dalam pertemuan tertutup dengan Netanyahu di Trump Tower, New York, Minggu (25/9/2016) waktu setempat, Trump mengatakan di bawah pemerintahannya, Amerika Serikat akan mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Secara de jure, Yerusalem memang ibukota Israel, dan beberapa negara termasuk Amerika Serikat menerima. Namun, secara de facto, Tel Aviv yang berperan sebagai ibu kota. Selama ini, negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel, menempatkan perwakilan kedutaannya di Tel Aviv.

Di sisi lain, pengakuan ini, merugikan warga Palestina yang menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam perang tahun 1967, sebagai ibu kota negara yang mereka bentuk di samping wilayah yang dikuasai Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Usai bertemu satu jam dengan Netanyahu, tim kampanye Trump mengungkapkan kalau Donald Trump sepakat dengan Netanyahu kalau perdamaian di Timur Tengah hanya bisa dicapai ketika warga Palestina meninggalkan kebencian dan kekerasan, serta menerima Israel sebagai Negara Yahudi.

Menurut notulensi pertemuan dari tim kampanye Trump, keduanya juga mendiskusikan panjang pagar batas Israel. Trump mengacu pada rencana kebijakan kontroversial soal imigran yang meliputi pembangunan dinding di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko, juga soal larangan Muslim memasuki negaranya.

Selain itu, diskusi Trump-Netanyahu juga meliputi masalah-masalah regional lain seperti perang melawan ISIS, bantuan militer Amerika Serikat untuk Israel yang disebut sebagai “investasi terbaik” dan kesepakatan nuklir Iran yang dikritik kedua pihak. (rtr/faz)

baca juga :

Gubernur Khofifah Tinjau Dampak Banjir Magetan

Titis Global News

Bank Syariah BUMN Dimerger, Diharapkan Bisa Bersaing dengan Malaysia

Redaksi Global News

Tak Relevan Lagi, TCSC Desak Revisi Perda 5/2008 tentang KTR

Redaksi Global News