Global-News.co.id
Kesehatan Pendidikan

Sarapan Mi Instan? Wajib Dilengkapi dengan Menu Gizi Seimbang!

GN/F. Al Aziz Prof DR Hardinsyah MS PhD (pakai batik), Corporate Public Relations Manager PT Indofood Nurulita Novi Arlaida (berjilbab) dan Branch HR Manager Dodod Darmasasi mengajak dialog siswa.
GN/F. Al Aziz
Prof DR Hardinsyah MS PhD (pakai batik), Corporate Public Relations Manager PT Indofood Nurulita Novi Arlaida (berjilbab) dan Branch HR Manager Dodod Darmasasi mengajak dialog siswa.

SURABAYA (Global News)-Ada sebagian di antara kita, bahkan mungkin sebagian besar yang memakai mi instan untuk lauk sarapan karena mudah, ringkas dan cepat penyajiannya. Namun kalangan ahli gizi menyarankan konsumsi mi  dengan menu gizi seimbang, terlebih waktu sarapan.

Ketua Perhimpunan Pakar Gizi (Pergizi) dan Pangan Indonesia Prof DR Hardinsyah MS PhD mengatakan, pemberian semua mi termasuk mi instan sebaiknya tidak dikonsumsi secara tersendiri. Harus ada unsur makanan lainnya yang melengkapi. Apalagi diberikan untuk sarapan anak anak. Ini karena manfaat sarapan bagi anak anak usia sekolah bisa menjaga tubuh tetap sehat, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. “Kalau dulu empat sehat lima sempurna, itu sekarang sudah kuno,” ujar Hardinsyah ϑĩ sela kampanye gizi seimbang yang diselenggarakan Indofood dan Pergizi Pangan bertema Pendidikan Sarapan Sehat di kompleks SDN dr Soetomo Jl Trunojoyo, Sabtu (9/4/2016).

Menurut Hardinsyah, makan makanan harus dengan menu seimbang. Termasuk minum susu dan air putih dan aktivitas fisik supaya tidak kegendutan. Mengutip salah satu pesan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Tahun (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang, Hardinsyah mengungkapkan imbauan untuk sarapan dan mengonsumsi aneka ragam pangan. “Jangan makan satu jenis pangan. Kecuali air susu ibu sebelum enam bulan”, ungkap Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Terkait dengan permenkes tersebut ditambah sejumlah fakta masih rendahnya kesadaran untuk mengutamakan sarapan, Pergizi Pangan Indonesia menggandeng salah satu produsen pangan terkemuka PT Indofood untuk menggelar pendidikan sarapan sehat dalam rangka Pekan Sarapan Nasional yang diselenggarakan di sejumlah kota, salah satunya Surabaya, mulai 17 Maret hingga 30 April 2016.

Menurut Hardinsyah, pendidikan sarapan sehat bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pentingnya sarapan bagi kesehatan. “Hal ini sangat penting karena sarapan sehat sebelum jam 9 pagi memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi,” papar Hardinsyah.

Menurut Prof Hardinsyah, berdasarkan penelitian Kementrian Kesehatan, 7 dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan. Ada juga dalam penelitian lain, 4 dari 10 anak sekolah tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.

Nah, agar lebih mengena, pesan sarapan sehat dilakukan dengan kegiatan sarapan bersama dan pembagian komik “Ayo Sarapan Sehat!”. Pendidikan sarapan sehat, papar Hardinsyah, tidak ditujukan hanya kepada para siswa, namun juga pada orangtua siswa, guru, mahasiswa dan dosen fasilitator. “Peran dan pengetahuan orangtua sangat penting dalam menyediakan sarapan dengan gizi seimbang,” ungkap Hardinsyah.

Menu yang disajikan, kata Prof Hardinsyah, mewakili menu dengan gizi seimbang. Dalam satu kotak sarapan yang disediakan terdapat menu mi goreng sebagai karbohidrat, kukusan sayur, telur sebagai protein hewani ditambah susu dan minum air putih.

Menurutnya, menu sarapan sehari hari tidak harus sama seperti menu tersebut. “Dalam materi pendidikan sarapan sehat, karbohidrat terserah anak mau makan apa. Mau makan kentang, singkong, terigu, sagu, atau mau makan mi juga silakan,” ujar pria yang murah senyum ini. “Pergizi sangat concern kalau makan, jangan mi saja. Itu salah satu pesan kita. Makanlah aneka ragam makanan,” ujar Hardinsyah.

Sementara itu, Corporate Public Relations Manager PT Indofood Sukses Makmur Nurulita Novi Arlaida mengungkapkan pemberian pendidikan sarapan ini bertujuan supaya masyarakat Indonesia lebih memahami bahwa memberikan sarapan pagi yang memiliki nilai gizi yang seimbang itu sangat penting untuk pertumbuhan anak–anak. “Mi memang mengandung karbohidrat yang bisa dikonsumsi dengan makanan lain sehingga memberikan gizi yang seimbang,” papar Nurulita.

Di Surabaya, kegiatan diselenggarakan di kompleks SDN dr Soetomo V,VI, VII, VIII, dan IX Surabaya. “Jumlahnya sekitar dua ribu siswa lebih,” ujar Nurulita.

Sementara itu, dalam rilisnya diterima Global News, General Manager Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan terkait dengan building human capital khususnya bidang gizi seperti pembinaan posyandu di berbagai wilayah Indonesia.

“Kegiatan pendidikan sarapan sehat ini harus didukung karena menjadi cara mudah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sarapan sehat dengan memberikan contoh alternatif menu sarapan dengan gizi seimbang,” ujarnya. faz

 

 

baca juga :

Halal bi Halal Yayasan PWJ Berlangsung Meriah

gas

Pemprov Restrukturisasi Pendidikan Siapkan SMK jadi BLUD

nasir nasir

Covid-19, Dulu Lansia, Kini Fokus Anak

Titis Global News