Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis

Disbudpar Jatim Targetkan Transaksi MTF 2016 Naik Jadi Rp53 M

GN/Istimewa
GN/Istimewa

SURABAYA (Global News)-Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur Jarianto menargetkan penyelenggaraan “Majapahit Travel Fair” (MTF), 14-17 April 2016 di Grand City Surabaya transaksi “travel exchange” dan pameran sebesar Rp 53 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hasilnya mencapai Rp50,63 miliar.

“Setiap tahunnya target transaksi harus selalu bertambah karena memang selama penyelenggaraan hasilnya meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Jarianto, Senin.

“Travel exchange” atau arena transaksi pariwisata merupakan upaya memaksimalkan penjualan paket wisata dan hasil transaksi, serta pembeli industri travel maupun pariwisata telah melalui seleksi yang benar-benar menjual paket wisata Jatim.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, terjadi peningkatan “travel exchange” setiap tahunnya, yaitu rinciannya pada 2012 hasil transaksinya sebesar Rp 34,89 miliar, kemudian 2013 sebesar Rp 38,6 miliar, serta 2014 mencapai Rp 44,26 miliar.

Paket wisata dan perjalanan yang disiapkan oleh pelaku bisnis nasional selaku penjual (buyer) diharapkan bisa ditawarkan dan diminati oleh pelaku industri pariwisata dari negara lain selaku pembeli (seller).

Sampai saat ini sudah terdaftar 120 orang pada transaksi “travel exchange” yang terdiri dari “buyers” luar negeri sebanyak 120 orang dari 15 negara, yaitu Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Kamboja, Vietnam, Jepang, Belanda, India, Tiongkok, Hong Kong, Bangladesh, Saudi Arabia dan Italia.

“Selain itu ada ‘buyers’ dalam negeri sebanyak 20 orang. Harapannya juga akan bertambah hingga menjelang hari pelaksanaan nanti,” ucapnya.

Sedangkan, pelaku industri pariwisata nasional selaku pihak “sellers” sebanyak 80 industri pariwisata, terdiri atas 45 industri pariwisata asal Jatim dan 35 industri pariwisata dari luar Jatim seperti dari Jakarta, Bali, Jawa Barat, Jawa Tenga, Banten, Yogyakarta, NTB, Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, MTF 2016 merupakan gelaran ke-17 yang kali ini mengambil tema “Marine Tourism” sebagai upaya mengembangkan daya tarik wisata berbasis kelautan di Jatim.

Sejumlah kegiatan penunjang lainnya antara lain pameran dan bursa pariwisata, penampilan kesenian tradisional, lomba-lomba dan perjalanan wisata setempat (Gunung Bromo dan Jembatan Suramadu).

Sementara itu, Sekretaris “Asociation Of The Indonesian ToursĀ  and Travel Agencies” (Asita) Jatim Imam Mahmudi mendukung dan menyambut positif kegiatan MTF 2016, sekaligus menilainya sebagai kesempatan baik, terutama bagi pelaku usaha industri wisata.

“Kegiatan ini ajang mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Jatim di mata dunia. Terlebih sangat banyak potensi wisata yang semakin diminati, seperti kawasan pegunungan maupun laut,” katanya. (ant)

baca juga :

Ganti Teknik, SIG Terapkan Reklamasi Sistem Alur di Lahan Pasca Tambang Pabrik Tuban

Permintaan Turun 35%, Pertamina Lakukan Pemeliharaan Kilang

Redaksi Global News

SIG Fasilitasi 4 UMKM Binaan Promosikan Produk melalui Pameran Malang City Expo 2022

Redaksi Global News