Komisi D Desak Pemerintah Kembalikan Pengelolaan Jembatan Timbang ke Provinsi

Komisi D Desak Pemerintah Kembalikan Pengelolaan Jembatan Timbang ke Provinsi
    Deskripsi produk
    •  

      SURABAYA (global-news.co.id) –
      Komisi D DPRD Jatim mendesak pemerintah pusat agar pengelolaan jembatan timbang diserahkan kembali ke Pemprov Jatim, meski di dalam aturannya itu urusan pusat. Mengingat kondisi jalan di Jatim banyak yang rusak akibat banyak kendaraan yang melebihi tonase dengan bebas lewat jalan di Jatim karena tidak berfungsinya jembatan timbang.
      Anggota Komisi D DPRD Jatim Mohammad Ashari mengakui jika banyak sekali ruas jalan yang ada di wilayah Jatim yang rusak. Menyusul tidak berfungsinya jembatan timbang, mengingat ada aturan  bahwa pengelolaan jembatan timbang ada di pusat.

    • Mohammad Ashari

      “Memang persoalan jembatan timbang hingga kini belum selesai. Bahkan saat itu Pakde Karwo pernah bertemu dengan Menhub agar dikembalikan ke Pemprov Jatim. Namun hingga saat ini belum ada keputusan, “tegas politisi yang dulunya pengusaha ini, Kamis (5/12/2019).
      Ditambahkannya, soal jembatan timbang selayaknya pemerintah pusat menyerahkan kembali pengelolaannya ke Jatim. Dengan begitu keberadaannya tidak mubazir. Karena untuk membangun satu jembatan timbang butuh dana ratusan juta rupiah dari APBD. Dana tersebut di antaranya untuk pengadaan komputerisasi,  lahan dan tenaga di jembatan timbang.
      Di sisi lain, ungkap Ashari jika nantinya pengelolaan jembatang timbang diserahkan kembali Pemprov Jatim, maka harus disediakan gudang penyimpanan untuk barang-barang yang diturunkan dari mobil angkutan yang overload. Selain itu harus ada pengawasan ketat terkait kabar maraknya pungli di lapangan.
      “Untuk meminimalisir adanya praktik korupsi, maka Dishub harus menyediakan gudang penyimpanan untuk menampung barang-barang yang diturunkan dari mobil angkutan yang overload. Dengan begitu selain pemprov mendapatkan PAD, jalan-jalan di Jatim terhindar dari kerusakan,”papar Ashari yang asli Bangkalan ini. ani