Imbas Pandemi, Angka Kemiskinan Kota Malang Naik 4,44 Persen

Angka kemiskinan Kota Malang bertambah 4,44 persen pada 2020 seiring adanya pandemi. 

KOTA MALANG (global-news.co.id) – Berdasarkan catatan BPS Kota Malang, angka kemiskinan di kota ini naik menjadi 4,44 persen pada 2020. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 4,07 persen.
“Kemiskinan pada 2020 sangat dipengaruhi pandemi Covid-19, berdampak terhadap denyut perekonomian,” kata Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo, Senin (4/1/2021).

Dari angka 4,44 persen tersebut, total jumlah warga Kota Malang yang masuk dalam kategori penduduk miskin yakni sebanyak 38,77 ribu. Sedangkan pada 2019 lalu, ada sebanyak 35,39 ribu warga yang masuk dalam kategori penduduk miskin. “Ini dampak nyata dari Covid-19, jumlah penduduk miskin di Kota Malang mengalami peningkatan,” jelas Sunaryo.

Sunaryo menjelaskan warga Kota Malang yang berusia di atas 15 tahun dan masuk dalam kategori penduduk miskin, mayoritas merupakan lulusan SD dan SMP. Tercatat sebanyak 44,69 persen lulusan SD atau SMP.

Sementara itu sebanyak 37,89 persen merupakan lulusan SMA dan sisanya sebesar 17,41 persen tidak lulus SD. “Ada pergeseran, jumlah penduduk miskin lulusan SD, atau SMP meningkat jika dibandingkan dengan 2019,” ungkap Sunaryo.

Di sisi lain, warga Kota Malang yang masuk dalam kategori penduduk miskin tersebut, sebanyak 34,26 persen bekerja pada sektor informal, 17,43 persen pada sektor formal, dan 48,31 persen tidak bekerja.

“Ada yang kehilangan pekerjaan, atau usaha mereka bangkrut. Pada 2020, jumlah penduduk miskin yang tidak bekerja semakin banyak, di mana sebelumnya sebesar 37,11 persen, pada 2020 menjadi 48,31 persen,” ujarnya. nan, tri