Kasus Covid Melonjak, Sekolah Tatap Muka di Nganjuk Ditunda

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat (kanan).

 

NGANJUK (global-news.co.id)-Jumlah kasus Covid-19 cukup signifikan di wilayah Kabupaten Nganjuk. Bupati Nganjuk keluarkan sejumlah instruksi penanganan. Termasuk salah satunya menunda pelaksanaan sekolah tatap muka.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat mengatakan, penundaan  sekolah tatap muka mulai dari sekolah PAUD hingga tingkat SMA/SMK semua pembelajaran tatap muka ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Silakan semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online, termasuk kegiatan ekstrakurikuler berlebihan tidak diperbolehkan untuk sementara waktu,” kata Novi Rahman Hidhayat usai menggelar rakor Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/12/2020).

Selain itu, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, petugas relawan Covid-19 yang sedianya masa tugasnya berakhir pada akhir Desember 2020 dilakukan perpanjangan hingga bulan Juni 2021. Perpanjangan masa tugas relawan Covid-19 tersebut sebagai langkah antisipasi membeludaknya jumlah kasus positif virus Corona di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, tim Satgas juga telah diinstruksikan mempersiapkan rumah sakit darurat kedua di hotel milik Pemkab Nganjuk di Desa Sawahan Kecamatan Sawahan.

“Besok persiapan rumah sakit darurat kedua tersebut sudah harus dimulai, termasuk jumlah kebutuhan personilnya berapa. Kami akan pantau langsung besok,” ucap Novi Rahman Hidhayat.

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk, menurut Novi Rahman Hidhayat, juga diinstruksikan untuk memaksimalkan kembali Kampung Tangguh. Termasuk tim evaluasi covid-19 dan tim Satgas covid-19 tingkat pedesaan juga diaktifkan kembali dengan rumah singgahnya.

“Yang pasti, seluruh kegiatan di lapangan dalam rangka pencegahan covid-19 di Kabupaten Nganjuk telah kami instruksikan untuk dihidupkan kembali,” tandas Novi Rahman Hidhayat.

Bagi PNS pemkab Nganjuk, tambah Novi Rahman Hidhayat, seluruhnya tidak diperbolehkan mengambil cuti akhir tahun dan lainya serta tidak ada perayaan akhir tahun. Semua PNS harus berada di pos masing-masing dalam upaya penanganan covid-19, kecuali bagi PNS beragama kristen yang diperbolehkan merayakan Natal.

Sedangkan untuk kegiatan hajatan yang digelar masyarakat, imbuh Novi Rahman Hidhayat, harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dibawah pengawasan tim Satgas tingkat Desa masing-masing.

“Operasi Yustisi harus ditingkatkan dan diintensifkan pelaksanaanya tanpa ada pengecualian. Semua instruksi yang kami keluarkan itu untuk mencegah Kabupaten Nganjuk masuk menjadi zona merah Covid-19 yang saat ini berada di zona orange,” tutur Novi Rahman Hidhayat.

Sementara Data sebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk sendiri hingga kini terkonfirmasi positif corona jumlahnya tembus 909 orang. Sebanyak 102 orang dirawat, sebanyak 92 orang meninggal, dan 715 orang sembuh.

Selain itu, 5.555 orang berstatus Kontak Erat yang berpotensi terjangkit dan untuk tingkat kesembuhan 78 persen, dan tingkat kematian 10,12 persen. Di tingkat Desa, sebanyak 191 Desa berstatus zona hijau, 31 Desa zona kuning, 60 Desa zona orange, dan 2 Desa zona merah. roy, trb