Ahli Hadits Langka, STIU Al Mujtamak Segera Buka Prodi Ilmu Hadits

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Sekolah Tinggi Ilmu Usuluddin (STIU) Al Mujtamak Pamekasan, segera membuka prodi baru yakni prodi Ilmu hadits.  Prodi ini untuk melengkapi prodi Al Quran dan Ilmu Tafsir yang telah dimiliki sebelumnya. Alasan membuka prodi Ilmu Hadits karena para ahli hadits saat ini masih langka.
Dr Abdul Mukti Tabrani, Dewan Masyaikh STIU Al Mujtamak mengatakan hal itu saat  memberi sambutan dalam acara Wisuda Sarjana Strata 1 (S-1) ke 4 STIU, di Ruang Pertemuan Hotel Odaita Pamekasan, Minggu (20/12/2020). Ada 32 orang wisudawan dan wisudawati yang diwisuda  pada acara tersebut.
“Sekarang ini para ahli hadits sangat langka, sangat sedikit sekali, kalau pakar Al Quran sangat banyak sekali, kenapa langka? Karena bertumpu pada kuatnya hafalan. Jadi ulama itu dikatakan ulama karena hafalannya, dia hafal Qur’an hafal hadits hafal segala macam, kalau tidak hafal dia bukan ulama,” katanya.
Mukti mengatakan umat Islam kini terbius dengan pandangan orang Barat bahwa hafalan tidak penting. Padahal hafalan itu penting dan ilmu dalam Islam itu hafalan. Begitu juga hukum dalam Islam juga butuh hafalan.
Diharapkan tahun depan prodi hadits bisa dibuka untuk  melengkapi prodi Al Quran dan ilmu tafsir yang ada selama ini.
“Orang yang hafal itu sudah argumentasi tersendiri bagi orang yang tidak hafal, bayangkan jika dokter mahasiswa kedokteran tidak kuat hafalannya tidak akan lulus itu. Dokter itu harus kuat hafalannya untuk menghafal rumus rumus yang sangat banyak, jadi hafalan itu penting, “ tandasnya.
Kepada para wisudawan dia meminta agar jangan pernah berhenti belajar, karena belajar itu tidak mengenal tempat, waktu dan usia. Dikatakan Imam Ahmad Bin Hambali umurnya 80 tahun seluruh umurnya digunakan untuk hadits.
Yang kedua dia mengajak jangan berhenti belajar juga karena belajar tidak mengenal objek. Dan yang ketiga ijazah hanya tanda pernah sekolah, bukan tanda seseorang sudah pintar.
Kepada orangtua wisudawan dia juga berharap jangan muluk muluk tentang anak, karena mereka masih dalam tahap belajar. Jadi wisuda bukan segala galanya. Sekalipun diantara wisudawan terdapat hafid dan hafizhah, tapi yang sangat perlu adalah menjaga hafalannya, karena menjadi penghafal Al Quran itu adalah suatu kebanggaan tersendiri karena para hafidz itu adalah keluarga Allah.
“Bagi para pengelola STIU Al Mujtamak tetap semangat karena menjaga semangat itu sangat berat. Kadang orang hanya semangat untuk hal hal material, untuk hal-hal rohani susah. Jadi saya harapkan para pengelola STIU tetap semangat dalam mengemban tugas dalam menjalankan roda pendidikan di sekolah tinggi ini,” ajaknya.
Yang menarik dalam wisuda itu ada sejumlah lulusan yang mendapatkan beasiswa para kepala desa di Pamekasan. Atas partisipasinya itu Abdul Mukti mengucapkan terima kasih kepada para kepala desa itu.
 “Apresiasi saya untuk para kepala desa yang telah memberikan sumbangan beasiswa kepada peserta wisuda dan juga kepada mahasiswa,” katanya.
Seperti biasa STIU juga tetap memberikan hadiah bagi wisudawan terbaiknya, yakni ibadah umroh ke tanah suci Makkah. Juga pemberian hadiah besiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau yang setara dengan itu.
Wisudawan terbaik kali ini diraih oleh Raudatul Jannah dengan IPK 3,74.
Ketua STIU Al Mujtamak Dr Rofiqi Dimyati mengatakan STIU Al Mujtamak terus melakukan perbaikan diantaranya seluruh tenaga pengajar ditingkatkan pendidikannya. Tercata saat ini yang asalnya cuma dua orang sekarang sudah 4 orang doctor.
Lalu para wisudawan dibekali ilmu yang sangat mendasar yaitu Al Quran. Paling sedikit wisudawan ini hafal 5 juz dan saat ini ada 12 wisudawan yang hafal 30 juz.
Bupati Pamekasan Badrut Tamam juga hadir dalam acara wisuda kali ini. Dalam sambutannya dia mendukung penuh kiprah STIU Al Mujtamak di Pamekasan. Dikatakan prodi Al Quran dan Tafsir di STIU Al Mujtamak sesuai dengan program pemberian beasiswa bagi santri yang dilakukan Pemkab Pamekasan. Sebagian beasiswa itu diberikan kepada para santri khafidz dan khafidzah Al Quran. (mas)