Trump Klaim Menangi Pemilu AS

Reuters
Donald Trump mengklaim dia telah memenangkan pemilihan umum (pemilu) AS. Pernyataan Trump ini datang di tengah masih terus berlangsungnya perhitungan suara, di mana sejauh ini dia kalah dari pesaingnya, Joe Biden.

WASHINGTON (global-news.co.id) – Pemilihan Presiden AS bakal berlangsung seru. Ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim dia telah memenangkan pemilihan umum (pemilu) AS. Pernyataan Trump ini datang di tengah masih terus berlangsungnya perhitungan suara, di mana sejauh ini dia kalah dari pesaingnya, Joe Biden.

Trump kesulitan merangkak dan tampak tersendat-sendat dengan sejauh ini hanya meraih 213 suara. Sementara itu, Joe Biden hingga kini telah berhasil mengumpulkan 238 suara. Diperlukan 270 suara electoral untuk memenangkan pemilu presiden AS. Kini Biden hanya tinggal beberapa langkah lagi merebut Gedung Putih dari Trump.

“Kami bersiap-siap untuk memenangkan pemilihan ini. Terus terang, kita memenangkan pemilihan ini,” kata Trump di hadapan pendukungnya, seperti dilansir The Guardian pada Rabu (4/11/2020).

Dia meminta kepada pendukungnya untuk bersiap-siap keluar rumah dan merayakan kemenangan tersebut. Dia juga mengatakan, tidak menyangka menang di beberapa negara bagian, seperti Ohio dan Texas.

“Hasil saat ini sangat fenomenal dan kami bersiap-siap, maksud saya benar-benar sudah siap, keluar dan merayakan sesuatu yang indah, sangat bagus. Kita berhasil menang di negara bagian yang tidak diharapkan untuk bisa kita menangkan,” ucapnya.

Dia kemudian berjanji akan memperjuangkan hasil pemilu di Mahkamah Agung. “Kami akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kami ingin semua pemungutan suara dihentikan,” kata Trump.

Untuk diketahui, hasil penghitungan terakhir Biden menang di Colorado dan mendapatkan sembilan suara electoral. Di Distrik Columbia, Biden mendapatkan tiga suara electoral. Dia juga memenangkan Minnesota, Hawaii, Arizona, Washington, Oregon, California, New Hampshire, Colorado, Rhode Island, New Jersey, New York dan New Mexico.

Donald Trump menambah suara dengan memenangkan Texas, Iowa, Ohio, Florida, Idaho, Utah, South Carolina, Kansas, Arkansas, North Dakota, South Dakota, Wyoming, Louisiana dan Nebraska. Kemenangan ini sudah diprediksi sebelumnya dalam berbagai survei.

Dengan demikian, Trump menambah kemenangan setelah sebelumnya menguasai Oklahoma, Tennessee, Mississippi dan Alabama.

Joe Biden telah memenangkan Delaware, tempat tinggalnya. Calon presiden dari Partai Demokrat itu meraih kemenangan di Rhode Island, New Jersey, Massachussetts, Maryland, Illinois, Delaware, dan Connecticut.

Joe Biden memenangkan Virginia dan meraih 13 electoral yang diperebutkan di sana. Virginia merupakan swing state saat kampanye Barack Obama pada 2008 dan 2012, tapi telah menjadi kandang Partai Demokrat dalam beberapa tahun terakhir.

Tak mau ketinggalan, Donald Trump raih kemenangan di West Virginia. Kemenangan Trump di sana tak mengejutkan. Trump pun mendapat tambahan lima suara electoral.

Trump juga memenangkan South Carolina dan mendapat tambahan sembilan suara electoral. Trump pun unggul di Oklahoma, Tennessee, Missisippi, dan Alabama.

Beberapa saat setelah pemungutan suara ditutup di Kentucky, AP mendeklarasikan Donald Trump memenangkan delapan suara electoral di sana.

Kemenangan Trump di Kentucky sudah diprediksi sebelumnya. Tak hanya di Kentucky, Trump juga menang di Indiana menurut laporan Reuters. Di Indiana, Trump meraih 11 suara electoral.

Adapun Joe Biden telah mengamankan kemenangan pertamanya di Vermont yang menyediakan tiga suara electoral. Ini menjadi kemenangan perdananya. Pesta demokrasi kali ini memang berbeda dari sebelumnya karena selama kampanye rakyat AS mengalami polarisasi yang sangat dalam.

Sejumlah kelompok hak-hak sipil mengatakan mereka sedang memantau tanda-tanda tekanan pada pemilih. Lembaga penegak hukum juga waspada terhadap gangguan selama pemungutan suara. Namun ketakutan terburuk mereka tidak terjadi hingga sore hari waktu setempat. yan, grd, sin, ins