Terkait Pelanggaran Netralitas, Pemkot Beri Sanksi ASN Sesuai dengan Rekomendasi KASN

Pemkot Surabaya telah memberikan sanksi kepada salah satu ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemkot yang dinilai telah melakukan pelanggaran netralitas pada Pilkada di luar wilayah Surabaya.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemkot Surabaya telah memberikan sanksi kepada salah satu ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemkot yang dinilai telah melakukan pelanggaran netralitas pada Pilkada di luar wilayah Surabaya. Sanksi itu diberikan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) M Afghani Wardhana sesuai dengan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, bahwa surat rekomendasi KASN tertanggal 15 April 2020 yang diterima pemkot itu terkait rekomendasi pemberian sanksi atas pelanggaran netralitas ASN yang terjadi di luar wilayah Kota Surabaya. “Terkait hal itu, Walikota Surabaya sudah menindaklanjuti dengan memberikan sanksi sesuai dengan rekomendasi dari KASN,” kata Febriadhitya di kantornya, Rabu (4/11/2020).

Menurut dia, pengaturan tentang netralitas ASN sudah diatur dengan sangat jelas, tegas dan terperinci. Hal itu diatur dalam ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, hingga PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Setiap ASN dilarang memberi dukungan atau melakukan kegiatan yang mengarah pada politik praktis pada kontestasi Pilkada/Pileg/Pilpres. ASN dituntut untuk tetap profesional dan tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dispora Surabaya M Afghani Wardhana membenarkan, bahwa sanksi yang dia terima itu terkait pelanggaran netralitas ASN yang dilakukannya pada Pilkada 2020 di luar Kota Surabaya. “Tepatnya di Kabupaten Pacitan,” kata Afghani.

Atas pelanggaran tersebut, Afghani mengaku sudah diberi sanksi oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, yakni Walikota Surabaya. “Saya sudah diberikan sanksi oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yaitu Ibu Walikota Surabaya sesuai dengan rekomendasi KASN,” tandasnya.  pur