Santri Darul Ulum Banyu Anyar Duta Jatim 30 Juz MTQ ke-28 

Dodi Adrian Febriyansah bersama Pembinaya Ustdaz Masduki.

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Pamekasan kembali berprestasi  menjadi duta Jatim dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke 28  yang akan dilaksanakan di Sumatera Barat mulai tangal 14 hingga 21 November 2020 mendatang.
Kali ini Pamekasan menjadi duta Jatim dalam MTQ nasional bidang lomba Hifdzil ( hafalan) Quran 30 juz, atas nama Dodi Adrian Febriyansah. Dodi, panggilan akrabnya,  adalah santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyu Anyar Palengan Pamekasan.
Dodi ditetapkan menjadi duta Jatim dalam MTQ Nasional ke 28 mendatang, setelah dia berhasil menjadi juara pertama bidang hifdzil Quran 30 juz dalam MTQ tingkat propinsi yang dilaksanakan Oktober 2019 lalu. Selain itu, dia juga lolos seleksi selama pembinaan pasca MTQ tingkat propinsi.
Drs HM Munir Kordinator Dewan Hakim MTQ tingkat Kabupaten Pamekasan saat dihubungi Rabu 11 November 2020 mengatakan kini Dodi tengah mendapatkan pembinaan intensif oleh pembimbing pribadinya  di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyu Anyar Palengaan Pamekasan.
Munir mengatakan keberhasilan Dodi Adrian Febriyansah menjadai duta Jatim dalam MTQ tingkat nasional  diharapkan akan bisa melanjutkan tradisi juara yang pernah diraih oleh kafilah Pamekasan dalam event MTQ tingkat nasional.
Sebelumnya, kata Munir,  utusan Pamekasan sudah pernah meraih juara pertama dalam lomba hafalan Quran 30 juz pada MTQ tingkat nasional ke 26, atasa nama Salim Ghazali dari  Pondok Pesantren Al Mujtamak Plakpak Pegantenan Pamekasan.
“Harapannya dan doa kita semua semoga Dodi akan berhasil menjadi juara pada MTQ nasional 2020. Ini untuk melanjutkan tradisi keberhasilan seniornya yang pada MTQ nasional sebelumnya berhasil meraih juara pertama untuk cabang lomba hafalan 30 juz,” kata Munir.
Terkait prestasi yang diraih Salim Ghazali saat itu, lanjut Munir, bukan hanya sebagai juara dalam MTQ nasional, namun dia juga berhasil menjadi juara dalam MTQ tingkat internasional yang digelar di Timur Tengah.
Lantas apa saja ikhtiar yang dilakukan Pondok Pesantren Darul Ulum untuk keberhasilan Dodi dalam MTQ ke 28 mendatang? Selain intensif melakukan pembinaan melalui latihan hafalan dengan sistem setoran, juga dilakukan ikhtiar doa bersama dengan khataman Al Quran.
Bupati Pamekasan Badrut Tamam didampingi Kabag Kesra Setdakab Pamekasan Khalifaturrahman mengatakan keberhasilan Dodi Febriyansah jadi duta dalam MTQ Nasional untuk bidang hafalan 30 juz merupakan kebanggaan Pamekasan dengan harapan nanti bisa sukses.
“Ini menunjukkan bahwa santri di Pamekasan memang potensial untuk menjadi orang sukes. Bukan hanya bidang keagamaan saja, namun juga bidang lainnya. Karena itu sangat tepat jika Pemkab Pamekasan memiliki perhatian besar bagi santri dengan membuat program Beasiswa Santri,”  kata Khalifaturrahman. (mas)