Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp 175,96 Triliun

Pelayanan kantor bea cukai. Realisasi penerimaan bea masuk dan cukai per 17 November 2020 mencapai Rp 175,96 triliun.

 

JAKARTA (global-news.co.id) – Realisasi penerimaan bea masuk dan cukai per 17 November 2020 mencapai Rp 175,96 triliun. Berdasarkan Perpres No 72 Tahun 2020, penerimaan bea dan cukai pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp 205,6 triliun. Rinciannya, penerimaan bea masuk sebesar Rp 31,83 triliun, penerimaan cukai mencapai Rp 172,19 triliun dan penerimaan bea keluar Rp 1,6 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan hingga per 17 November 2020, realisasi penerimaan bea dan cukai ini sudah mencapai 85,55 persen dari target tahun ini sesuai Perpres 72 Tahun 2020. “Realisasi secara keseluruhan penerimaan bea dan cukai mencapai Rp 175,96 triliun atau 85,55 persen dari target yang ditetapkan,” ungkap Heru saat bincang dengan Media, Rabu (18/11/2020) sore.

Dia menjelaskan, total realisasi penerimaan itu didorong oleh penerimaan bea masuk sebesar Rp 28 triliun atau 88,02 persen dari target. Kemudian komponen penerimaan cukai sebesar Rp 144,85 triliun atau 84,12 persen. Sedangkan penerimaan bea keluar mencapai Rp 3,08 triliun atau mencapai 186,6 persen.“Total penerimaan bea dan cukai masih ditopang oleh penerimaan cukai rokok yang mencapai Rp 144,8 triliun,” papar Heru.

Dia menambahkan, penerimaan cukai masih bisa ditingkatkan. “Peredaran rokok ilegal masih menjadi ancaman, sehingga kami tetap berkomitmen memberantas rokok ilegal dengan memperkuat operasi penindakan.Harapannya penerimaan cukai rokok dapat terus ditingkatkan,” paparnya. jef, sin