Rakor Pendidikan Evaluasi PBM-PTM Selama Pandemi Covid-19

Sekdakab Totok Hartono memberi penghargaan pada siswa peraih Medali Perunggu KSN tingkat SD.

 
PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dinas Pendidikan Pamekasan Rabu (11/11/2020) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan  mengevaluasi pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan Pertemuan Tatap Muka (PTM) selama pandemi covid 19. Acara ini digelar di Hotel Odaita, dibuka oleh Sekdakab Pamekasan Ir Totok Hartono MA.
 
 
Peserta Rakor Pendidikan ini dari unsur Dinas Pendidikan, pejabat structural Dinas Pendidikan, para pengawas dan kepala sekolah. Lalu dari Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, Kejari Pamekasan, utusan tiap kecamatan, kemudian dari PGRI dan Dewan Pendidikan Pamekasan. 
 
 
Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Ahmad Zain MPd mengatakan PBM dengan PTM berdasarkan kepada SK bersama 4 Menteri yang terbit pada tanggal 7 Agustus 2020. SK itu  menyatakan bahwa pelaksanaan PTM bisa dilakukan bagi daerah yang masuk zona kuning dan pelaksanaannya harus dilakukan evaluasi.
 
 
“Evaluasi kali ini melibatkan sejumlah unsur terutama adalah ketua gugus tugas covid kabupaten Pamekasan dalam hal ini diwakili Sekdakab Pamekasan. Kemudian forum pimpinan daerah,  inspektur daerah, kepala dinas kesehatan kemudian dari unsur stakeholder terkait pendidikan,” paparnya.
 
 
Evaluas kali ini, kata Zaini, merupakan kegiatan pertama setelah dilaksanakan PBM dengan PTM. Ketentuannya evaluasi minimal dilakukan sebanyak dua kali. Satu kali setelah melaksanakan PTM untu SD dan SMP, baru yang kedua pada tanggal 23 November 2020 akan dilaksnakan evaluasi PBM PTM untuk tingkat  TK ke MKB. Rakor kali ini adalah Rakor untuk pelaksanaan PBM dengan PTM tingkat SD hingga SMP.
 
 
Evaluais ini, kata Zaini,  akan dijadikan dasar pertimbangan mendapatkan masukan sejumlah pihak apakah pelaksanaan PTM ini akan dilanjutkan atau tidak. Berdasarkan beberapa analisa factual oleh sejumlah pihak atau dinas, terutama dinas kesehatan yang ditunjuk turun disejumlah titik sekolah melakukan pendampingna dan pembinaan.
 
 
Zaini mengaku hingga saat ini belum ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan tentang munculnya cluster covid 19 baru pada saat pelaksanaan  PBM dengan PTM. 
 
 
Sementara itu Sekdakab Totok yang juga Sekretaris Satgas Covid 19 Pamekasan menyambut baik Dinas Pendidikan bergerak cepat lakukan evaluasi. Karena beberapa waktu sudah berjalan tentu harus dievaluasi. Dari evaluasi itu akan terlihat  apa kendala, apa perbaikannya, bagaimana pelaksanaannya dan lain sebagainya.
 
 
“Proses belajar dengan PTM ini sudah memiliki dasar hukum, SK 4 menteri bahwa  zona kuning boleh pembelajaran tatap muka. Tentu itu yang kita harapkan. Tentu tidak lupa kita berdoa pandemic covid akan segera berlalu.  Dan juga kita tidak boleh lalai, protocol kesehatan harus tetap ditegakkan,” katanya.
 
 
Sejak dilaksanakan mulai  23 September lalu, kata Totok Hartono, belum ada laporan kejadian terkait pandemic covid 19. Dengan kerja keras, protocol kesehatan di lakukan dengan ketat, pelaksanaan dari  23 September sampai saat ini belum ada laporan. Harapannya memang tidak ada kejadian dan ini perlu dipertahankan secara terus menerus.
 
 
 
“Intinya bahwa proses pembelajaran tatap muka yang sudah berjalan selama ini cukup baik. Tetapi kita tahu bahwa dalam pelaksanaan pengawasan protocol kesehatan banyak hal yang ditemukan misalnya masih ada anak yang lupa pake masker, ada yang berkerumun dan lainnya,“ ungkap Totok. 
 
 
Dalam Rakor ini, kata Totok, diharapkan beberapa kendala dibahas lebih detail, dipaparkan lalu kemudian dicarikan solusi yang nanti jadi pegangan tindak lanjut bagi semua pihak. (mas)