Pipa Umbulan Kotor, PDAM Gresik Keruh

SPAM Umbulan Pasuruan yang dialirkan hingga ke Gresik.

GRESIK (global-news,co.id) – Penyebutan “Air PDAM Kopi Susu” sempat viral di media sosial masyarakat Gresik. Ini terjadi karena suplai air dari PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik untuk rumah tangga atau keluarga masih keruh. Padahal air ini disuplai dari Umbulan, Pasuruan.

Jajaran PDAM Giri Tirta pun mendatangi pengelolaan air di SPAM Umbulan, akhir pekan lalu. Di pusat sumber air yang terletak di Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan tersebut, jajaran PDAM Gresik ditemui PT Air Bersih (AB) dan PT Meta Adhya Tirta Umbulan.

Direktur Keuangan PT AB Tri Utoyo menuturkan, keruhnya air yang didistribusikan ke Gresik karena adanya sedimentasi di jaringan pipa dari Umbulan ke Gresik yang panjangnya 97,3 kilometer (km). “Proyek pemasangan pipa berlangsung cukup lama, beberapa tahun. Dan kotoran yang keluar di Gresik ini akibat sedimentasi yang ada di dalam pipa tersebut,” tandasnya, Rabu (4/11/2020).

Ia mengaku tidak bisa melakukan flusing atau mengalirkan air dengan tekanan tinggi untuk membersihkan kotoran dalam pipa. Menurutnya, ini terjadi karena belum siapnya pipa milik PDAM.

Saat ini aliran air menuju Gresik hanya 300 liter per detik (lpd), ia memastikan jika ditingkatkan hingga 600 kpd sedimen dalam pipa akan hilang. “Tapi kami yakin, problem ini akan segera teratasi. Sedimentasi akan segera hilang,” ujarnya.

Tri Utoyo menegaskan, sumber air dari pipa Umbulan sangatlah jernih. Ia pun memastikan jika sedimentasi pipa hilang, air yang keluar dari kran rumah tangga langsung bisa diminum.

Sedangkan, Direktur Utama (Dirut) PDAM Giri Tirta, Siti Aminatus Zariyah memastikan pasokan air dari SPAM Umbulan untuk tahun 2021 sebesar 300 liter/detik. Jumlah pasokan ini akan diperbesar setiap tahun yang selanjutnya menjadi 600 liter/detik. Sampai akhirnya ditahun ke tiga menjadi 1000 liter/detik.

“Air Umbulan ini mencukupi untuk kebutuhan air di wilayah perkotaan sampai nantinya ke wilayah Duduksampeyan Gresik. Sedangkan kebutuhan air diwilayah Utara dicukupi air Bendung Gerak Sembayat,” katanya.

Untuk kebutuhan air di wilayah Gresik selatan, selama ini mendapat pasokan dari PT Dewata Bangun Tirta dan PT Drupadi. Untuk menampung dan membagi air yang dari Umbulan tersebut, pihak PDAM sudah membangun tandon yang ditempatkan di reservoir Giri I di areal Bukit Cempo Giri.

“Tandon reservoir yang dibiayai APBN sudah siap, saat ini tengah dalam tahap uji rendam. Kalau sudah usai tahap uji rendam ini, pasokan air yang dari Umbulan bisa lebih dioptimalkan” katanya.

Tandon yang dibangun di reservoir Giri I ini cukup besar. Menurut Risa, tandon yang baru selesai tahun 2019 lalu itu berkapasitas 6.000 m3. “Saat ini jumlah pelanggan PDAM Gresik mencapai 105 ribu, jumlah ini meningkat dibanding dua tahun sebelumnya yang hanya 95 ribu. Kami akan terus berupaya untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan serta meningkatkan kualitas layanan. Insya Allah kedepan akan lebih banyak lagi masyarakat Gresik yang akan menikmati layanan PDAM Gresik” katanya optimis.

Terkait kualitas air yang kurang jernih, ia mengaku optimistis bahwa beberapa hari kedepan akan normal dan bahkan kualitas air PDAM akan lebih jernih. sep