Pidato Perdana, Biden Tekankan Pengendalian Covid-19 Kunci Perbaikan Ekonomi

 

Reuters
Joe Biden saat berpidato di Wilmington Delaware AS.

WASHINGTON (global-news.co.id) – Joe Biden menyampaikan pidato pertamanya setelah diproyeksikan menjadi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) di Wilmington, Delaware pada Sabtu (8/11/2020) malam waktu setempat.
Biden berusaha menyatukan bangsa dengan pidatonya. Dia mengatakan pengendalian Covid-19 jadi langkah awal untuk memperbaiki ekonomi Negeri Paman Sam.
“Pekerjaan kami dimulai dengan mengendalikan Covid-19. Kita tidak dapat memperbaiki ekonomi, memulihkan vitalitas, atau menikmati momen paling berharga dalam hidup seperti halnya memeluk cucu, ulang tahun, pernikahan, wisuda, semua momen yang paling penting bagi kita sampai virus ini terkendali,” ujar Biden, Minggu (8/11/2020).
Dalam meletakkan prioritas pertamanya, Biden mengatakan akan mengumpulkan sekelompok ilmuwan untuk menghasilkan rencana dalam mengatasi pandemi virus corona yang masih memukul hampir seluruh sektor ekonomi AS, dan siap untuk memulainya pada hari pelantikannya pada 20 Januari 2021.
“Senin, saya akan menunjuk sekelompok ilmuwan dan ahli terkemuka sebagai tim penasihat transisi untuk membantu memulai rencana ‘The Biden-Harris Covid’ dan mengubahnya menjadi cetak biru tindakan yang dimulai pada 20 Januari 2021,” kata dia.
Seperti diketahui dalam kampanyenya, Biden bersama Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menjanjikan berbagai program pemulihan ekonomi. Mulai dari mendukung rencana untuk merestrukturisasi kredit, meningkatkan jaminan sosial untuk pensiunan, dan memberikan bantuan tunai untuk usaha kecil.

Umbar Janji ke Muslim

Joe Biden juga berjanji akan memenuhi kebutuhan dan konsern terhadap kekhawatiran komunitas Muslim Amerika. Ia pun sempat mengutip hadist Nabi Muhammad SAW dalam sebuah pertemuan yang dilakukan secara daring.
Dalam acara online yang dipandu oleh Emgage Action, Biden memuji Islam dan mengatakan Islam adalah salah satu agama terbaik. Ia juga memberikan komentar setelah dia disurati oleh beberapa pemimpin Muslim Amerika untuk menjadi Presiden. Dia berharap bahwa Islam yang lebih umum disebarkan di sekolah-sekolah seperti yang dikatakan Biden kepada hadirin dari jutaan konstituen Muslim.
Ia pun lantas mengutip hadist Nabi Muhammad SAW dalam konferensi tersebut.
“Siapapun di antara kamu melihat kesalahan, biarkan dia mengubahnya dengan tangannya,” ujarnya mengutip hadist dari Nabi Muhammad SAW seperti dilansir dari The Islamic Information, Minggu (8/11/2020).
Biden telah menulis dan berbicara di depan umum tentang imannya selama bertahun-tahun dan juga diketahui bahwa dia adalah seorang Katolik Roma. Selama pemilihan presiden dan Konvensi Nasional Demokrat, keyakinannya juga disoroti, dia juga condong pada komitmen agamanya baru-baru ini.
Mantan wakil presiden AS itu bersumpah untuk menghapus kebijakan Presiden Trump yang menargetkan negara-negara mayoritas Muslim yang telah berlaku selama tiga tahun. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai kebijakan keji.
Biden juga bersumpah untuk menunjuk personel Muslim dalam pemerintahannya sambil mengkritik perlakuan Trump terhadap minoritas agama.
Dalam debat dengan Trump belum lama ini, calon Presiden AS Biden itu juga mengucapkan kata ‘Insya Allah’ dan mendapat perhatian ekstra.
Joe Biden telah mengalahkan saingannya, Donald Trump. Setelah mendapat tambahan 20 electoral votes dari Pennsylvania, Biden kembali mendulang kemenangan di Nevada yang memberinya 6 suara electoral. Menurut perhitungan Fox News, Biden telah mengantongi 290 suara electoral, sementara Trump tetap di angka 214. yan, cnn, ins