Peningkatan Peran UMKM di Tengah Pandemi Sangat Diperlukan

 

Anggota DPRD Jatim Hermanto

SURABAYA (global-news.co.id) – Saat ini, dampak pandemi Covid-19 di Indonesia semakin dirasakan semua sektor. Covid-19  tidak hanya menyerang sektor kesehatan. Namun, juga menyerang sektor ekonomi termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Padahal UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi terbesar di Indonesia. UMKM memiliki peranan yang sangat vital bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tapi juga di negara-negara maju.

Tumbuhnya UMKM, tegas Anggota DPRD Jatim Hermanto juga menjadi sebagai sumber pertumbuhan kesempatan kerja dan pendapatan. Di mana UMKM mampu menyerap 96% tenaga kerja di Indonesia. Melalui serapan tenaga kerja sebesar itu maka bila sektor UMKM terganggu akan berdampak pada masyarakat yang banyak kehilangan pekerjaan.

“Fakta tersebut terbuktikan dari adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi di mana-mana. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 98% usaha pada level mikro atau sekitar 63 juta terkena dampak pandemi Covid-19. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan ketidakberdayaan ekonomi masyarakat di tengah Covid-19. Ibaranya hidup segan mati tak mau,”tegas politikus PDIP Jatim, Kamis (5/11/2020).

Padahal UMKM merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada 2018, sektor ini berkontribusi 60,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tak hanya itu, ada 116 juta orang atau 97,02% dari total pekerja di Tanah Air terserap di sektor UMKM.

Melihat data tersebut, jelas menunjukkan bahwa pandemi saat ini menerbitkan kecemasan kepada para pelaku UMKM. Turunnya daya beli menyebabkan omset mereka turun.

Nah, supaya survive tambah Anggota Komisi D DPRD Jatim ini pelaku UMKM harus mampu memiliki nilai adapatasi dengan berbagai kreativitas dan inovasi.

Saat ini yang paling perlu mendapat perhatian untuk survive di tengah pandemi bagi UMKM adalah digitalisasi UMKM.     Adanya Covid-19 ini, setidaknya sekaligus menjadi momentum UMKM melakukan transformasi ke dalam ekosistem digital. Memang belum semua dapat memanfaatkan teknologi untuk bertahan di tengah krisis saat ini. Bagi yang melek internet, teknologi digital dimanfaatkan untuk memasarkan produk. Bisa melalui media sosial atau marketplace.

UMKM yang memanfaatkan internet setidaknya mampu menahan tekanan krisis. Sebab, bagaimanapun juga pandemi corona telah mampu menggeser perilaku masyarakat dalam aktivitas belanja yang dulunya dominan menggunakan offline beralih ke dalam sistem online. Perubahan pola itulah sejatinya peluang emas bagi UMKM agar dapat survive di tengah pandemi.

Selain itu perkembangan lembaga pembiayaan UMKM terjadi seiring dengan perkembangan UKM serta masih banyaknya hambatan UKM dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga keuangan formal.

Selain itu berkembangnya lembaga pembiayaan ini juga tidak terlepas dari karakteristiknya yang memberikan kemudahan kepada pelaku UKM dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan. Realitas tersebut setidaknya semakin menunjukkan bahwa sinergi dengan perbankan menjadi pilihan alternatif UMKM untuk menerapkan digitalisasi secara bertahap dan berkelanjutan. Mengingat bank adalah lembaga keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang membutuhkan permodalan atau pembiayaan untuk kepentingan mengembangkan usahanya, juga menyalurkan dana kepada masyarakat. cty