Pelaku IKM Pamekasan Dilatih Tembus Pasar Global 

Batik Pamekasan produk IKM yang prospek tembus pasar internasional.

PAMEKASAN (global-news.co.id) –  Sejumlah produk kerajinan asal Pamekasan dinilai memiliki prospek di pasar global. Produk itu meliputi makanan dan hasil kerajinan industri kecil menengah (IKM).
Karena itu Pemkab Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memfasilitasi agar produk itu bisa menyebar di pasar global.
Salah satu langkah yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan cara menggelar Focus Group Discussion (FGD) bagi kalangan pelaku IKM, Senin (16/11/2020) di Hotel Cahaya Berlian Jalan Trunojoyo Km 3 Pamekasan. Kegiatan itu dilakukan untuk memfasilitasi IKM agar memiliki akses yang cukup tembus pasar global.
Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifudin mengatakan produk IKM yang akan dipasok  ke pasar global  di antaranya produk makanan dan kerajinan tangan. Untuk produk makanan dan minuman antara lain produk kopi yang sudah dipasarkan di negari jiran Malaysia. Sedangkan kerajinan tangan antara lain batik tulis Pamekasan.
“Batik juga menjadi produk yang diunggulkan Pamekasan untuk masuk ke pasar internasional. Semua orang pencinta batik di kota kota besar di Indonesia udah tahu tentang batik Pamekasan. Untuk itu batik tulis ini kita unggulkan dipasarkan di pasar internasional. Nah inilah alasan kita gelar FGD kali ini,” katanya.
Nara sumber yang didatangkan dua orang. Pertama dari unsur praktisi ekspor impor barang dan kedua dari Disperindag Jawa Timur. Pelaku IKM yang mengikuti FGD tersebut jumlahnya sekitar 35 orang yang berasal dari IKM produk makanan dan minuman, kerajinan tangan, mebel dan pengrajin batik.
Dalam FGD tersebut, kata Achmad, pelaku IKM dibimbing  untuk mengetahui bagaimana masuk ke pasar global dengan regulasi yang benar. Selama ini, penjualan ke luar negeri hanya melalui titipan kepada keluarga yang menjadi TKW dan TKI di luar negeri. Untuk ekspor impor besar dan rutin belum terjadi. Karena itu, FGD ini dilakukan untuk bisa bergerak ke arah sana.
Achmad mengatakan selain membicarakan bagaimana cara mengekspor barang, FGD juga bertujuan mendongkrak atau memperbaiki kuantitas dan kualitas, utamanya produk asal makanan dan minuman asal  Pamekasan. Mulai dari rasa, pengemasan, dan kemampuan produksi dalam rentang waktu tertentu.
Untuk membuka pasar dunia internasional, kata Achmad, yang paling tepat untuk sementara adalah melalui media social. Untuk itu dia merencanakan kedepan pihaknya akan menginventarisasi produk aneka ragam produk kerajinan maupun makanan dan minuman asal Pamekasan.
Disperindag juga akan menfasilitasi masyarakat yang memproduksi makanan dan minuman melakukan uji nutrisi, untuk mendapat label halal terhadap produk yang dihasilkan. Sementara untuk kerajinan tangan diupayakan mendapat label SNI. (mas)