PDIP Sebut Kampanye Mobil Mewah Machfud-Mujiaman Rendahkan Martabat Masyarakat

 

Istimewa
Penggunaan mobil mewah oleh kubu Machfud dan Mujiaman dalam Pilkada Surabaya.

JAKARTA (global-news.co.id) –
Kampanye mobil mewah dalam Pilkada Surabaya 2020 mendapat kritikan tajam dari PDI Perjuangan. Partai ini menilai kampanye seperti ini merendahkan martabat masyarakat.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (7/11/2020), menegaskan bahwa politik itu membangun peradaban, menebar kebaikan, dan berpihak kepada yang wong cilik.
“Apa yang dipertontonkan oleh pasangan Machfud-Mujiaman dengan menampilkan hummer limousine, porsche putih dan berbagai atraksi membagi logistik secara masif, justru merendahkan martabat rakyat Surabaya,” ujar Hasto.
Dikatakannya, strategi kampanye pasangan calon walikota itu salah. Alasannya, rakyat Surabaya adalah masyarakat pejuang, punya harga diri dan tidak mudah silau oleh tampilan kampanye dengan mobil supermewah.
“Marilah kita wujudkan tampilan kampanye yang simpatik, mencerdaskan, dan berakar kuat pada kebudayaan bangsa.”
“Bu Risma telah menjawab kebutuhan masyarakat Surabaya dengan mempersiapkan Eri-Armuji. Kesinambungan kepemimpinan inilah yang paling penting untuk Surabaya bagi Indonesia dan dan dunia,” pungkas Hasto.

Lawan Kecurangan dan Politik Uang

Deklarasi melawan kecurangan, politik uang dan anti hoaks oleh  relawan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, Jumat (6/11/2020).

Sebelumnya relawan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno menggelar deklarasi melawan kecurangan, politik uang dan anti hoaks, Jumat (6/11/2020). Deklarasi ini dilakukan untuk mengawal agar penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 berlangsung jujur dan demokratis.

Lima poin penting dibacakan puluhan relawan dalam deklarasi tersebut, yakni menolak dan melawan kecurangan, melawan intimidasi, mendorong partai, paslon dan tim kampanye tak melakukan kecurangan. Selain itu mendukung Bawaslu mengawasi dan menindak kecurangan. Dan mendukung Bawaslu melakukan pengawasan APBD untuk kampanye.
Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Direktur Relawan Bagyon dan diikuti puluhan relawan lainnya di atas panggung. “Deklarasi ini untuk melawan kecurangan, menolak money politics dan hoaks. Ini harus selalu kita dengungkan,” ujarnya.
Lewat deklarasi ini Bagyon menegaskan pihaknya tak akan melakukan kecurangan serta juga tak ingin dicurangi. “Jadi itu tujuan dari deklarasi ini dan dalam waktu dekat kita juga akan bentuk satgas antimoney politics. Supaya kita harus ada pengawasan sampai di tingkat TPS,” tuturnya.
Pria yang juga politisi Gerindra ini menyampaikan akan terus melakukan pengawasan hingga proses pengambilan suara tuntas. “Tujuan dari pembentukan satgas anti money politics tersebar di setiap TPS,” katanya.
Menurutnya dalam kontestasi pilkada selalu ditemui kecurangan, terutama politik uang. “Apalagi, ini melaksanakan pilkada di tengah pandemi, saat masyarakat masih sangat membutuhkan,” ujarnya.
Karena itu dia memprediksi masyarakat akan sangat mudah sekali diimingi, mudah tergiur dengan pemberian yang sifatnya politik uang.
“Maka kami harus antisipasi supaya itu tak terjadi. Kami aka melakukan penyadaran ke masyarakat dan yang kedua menyiapkan satgas untuk menangkal money politics,” kata Bagyon. Bagyon mengatakan, deklarasi melawan kecurangan diikuti ratusan relawan, terbagi atas 44 kelompok berbeda. tim, ins