Pamekasan Masuk Revitalisasi MCK Pesantren Kementerian PUPR

Amin Jabir Kepala DLH beri pengarahan pada tim Eco Pesantren.

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Pamekasan masuk daerah yang akan menjadi sasaran program revitalisasi MCK 600 pesantren se Indonesia. Program yang berasal dari Kementerian PUPR itu bertujuan agar pesantren sebagai lembaga pendidikan yang banyak dihuni oleh santri bisa menata kesehatan dan lingkungannya dengan baik.
Surat dipilihnya Pamekasan sebagai salah satu lokasi untuk program revitalisasi itu sudah diterima Pemkab Pamekasan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan. Kini DLH tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait diantaranya dengan Kemenag Pamekasan untuk melakukan identifikasi pesantren yang akan jadi lokasi pogram tersebut.
“Surat itu tadi bahwa dari 600 sekian pesantren yang akan direvitalisasi MCK nya sebagian dari Pamekasan. Cuma masih belum menentukan pesantren mana. Makanya nanti kita akan melibatkan Kementerian Agama dan setelah kita melakukan identifikasi, akan kita berikan kepada Bapak Bupati mana yang akan ditunjuk,” kata Amin Jabir Kepala DLH Pamekasan, Senin (16/11/2020).
Menurut Amin Jabir, Bupati Pamekasan Badrut Tamam sangat apresiatif dengan program itu. Karena dia memang memiliki komitmen untuk memperbaiki masalah penataan kesehatan, kebersihan dan lingkungan pesantren.
Dalam momentum Hari Jadi Pamekasan tahun ini Bupati Badrut Tamam bahkan menjadikan penataan kebersihan dan kesehatan pesantren menjadi atensi utama.
“Respon Bapak Bupati amat sangat care. Bahkan untuk CSR dari perbankan misalnya, beliau sarankan untuk diperbantukan ke pesantren untuk menangani tata kelola kesehatan dan lingkungan pesantren. Yang penting beliau meminta agar ada tim yang terbentuk  di pesantren yang memang sudah ada. Lalu kita intervensi tata kelolanya,” katanya.
Nah terkait dengan itu, kata Jabir, di Pamekasan kini sudah terbentuk paguyuban Eco Pesantren, yaitu paguyuban yang menangani program kebersihan, kesehatan dan linkungan di pesantren. DLH  sendiri bertugas menjadi mentor  dalam pembinaan tata kelola sampah kesehatan dan lingkungan para santri. Kini sudah 49 pesantren yang tergabung dalam Eco Pesantren itu.
Komitmen lain dari Bupati Badrut Tamam, lanjut Amin Jabir, adalah berupa permintaannya agar dilakukan lomba penataan kesehatan dan kebersihan lingkungan pesantren dengan diberi   hadiah yang cukup untuk bisa dimanfaatkan sebagai sarana kebersihan dan kesehatan lingkungan pesantren.
Dengan lomba itu akan terdata tentang kondisi sanitasi di pesantren. Dengan begitu nanti akan dilakukan langkah menangani atau intervensi melalui program yang akan dilakukan oleh lembaga teknis terkait di Pemkab Pamekasan, agar segera memprioritaskan sanitasi. Sanitasi tidak lagi hanya fokus di perkotaan tetapi juga di pesantren.
Dari kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, tambah Jabir, yang gerakannya dalam sanitasi kebersihan  dan kesehatan linkungan pesantren, dinilai bagus adalah Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Jombang. Bahkan Jombang sendiri sempat ke Pamekasan melakukan studi banding.
“Mereka mencontoh bagaimana kita bekerja. Karena setiap kali gerakan yang kita lakukan oleh tim Eco Pesantren itu kan di publish ke propinsi dan beberapa kali tim Eco Pesantren kabupaten itu diundang untuk menyusun sebuah format atau standarisasi penyelenggaraan Eco Pesantren di Jatim,” pungkasnya. (mas)