Makin Picu Ketidakstabilan AS, Donald Trump Pecat Menteri Pertahanan

BBC
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper

 

WASHINGTON (global-news.co.id) – Di sela penghitungan suara pilpres yang masih diperdebatkan petahana, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memecat Mark Esper dari jabatan Menteri Pertahanan. Keputusan Trump dikhawatirkan memicu ketidakstabilan AS pasca pemilu.

Trump mengumumkan pemecatan Esper melalui kicauan di Twitter, Senin (9/11/2020) waktu setempat atau Selasa (10/11/2020) pagi.  “Mark Esper telah diberhentikan. Saya ingin berterima kasih atas jasanya,” demikian kicauan akun Trump.

Pemecatan Esper semakin meresahkan pemerintah yang menghadapi ketidakpastian atas manuver Trump menolak hasil pemilu presiden yang memenangkan Capres Partai Demokrat Joe Biden.

Dengan masa jabatan di Gedung Putih tersisa 10 pekan, Trump diisukan bakal memecat pejabat keamanan nasional lain yang membuatnya kecewa terkait hasil Pilpres AS. Menurut beberapa laporan, Trump tengah mempertimbangkan untuk memecat Direktur FBI Chris Wray dan Direktur CIA Gina Haspel, karena mereka dianggap tidak mendukung perjuangannya untuk kembali terpilih. Pemecatan Esper membuat politisi senior dan mantan pejabat Gedung Putih angkat bicara. Mereka memperingatkan Trump agar tidak melakukan kebijakan yang membuat stabilitas pemerintahan terganggu di sisa masa jabatannya.

Senator Mark Warner, senior Demokrat di Komite Intelijen Senat, mengatakan dia “sangat terganggu” dengan pemecatan Esper. “Hal terakhir yang dibutuhkan negara kita adalah pergolakan tambahan di lembaga-lembaga yang dirancang untuk melindungi keamanan nasional kita,” kata Werner dikutip dari AFP, Selasa (10/11/2020). “Presiden Trump tidak boleh mengundang ketidakstabilan lebih lanjut dengan mencopot intelijen yang dikonfirmasi Senat atau pejabat keamanan nasional selama masa jabatannya,” lanjutnya. yan, ine