Kristia Budiyarto Jadi Komisaris Pelni, Netizen Bandingkan Nepotisme Zaman Jokowi dan Soeharto

Kristia Budiyarto, influencer Jokowi diangkat jadi Komisaris BUMN PT Pelni.

JAKARTA (global-news.co.id) – Netizen mengkritik keras pengangkatan Kristia Budiyarto atau Kang Dede jadi Komisaris BUMN PT Pelni. Bahkan era Jokowi saat ini dibandingkan dengan era Soeharto. Kritik berlanjut hingga Selasa (10/11/2020).

Netizen pun menilai zaman Soeharto yang nepotisme sekalipun lebih baik daripada era Jokowi. Pengangkatan buzzer Jokowi sebagai Komisaris BUMN itu menjadi keprihatinan dari akun @PartaiSocmed.

Akun ini membandingkan penunjukan buzzer Jokowi di tubuh BUMN ini dengan praktik nepotisme di zaman Orde Baru. Malah menurut akun ini, penempatan orang di jajaran komisaris BUMN pada zaman Pak Harto lebih beradab, menimbang kompetensi bukan asal tim sukses.

“Inna lillaahi.. RIP Meritokrasi. Zaman Soeharto dulu nepotisme memang merajalela tapi masih mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas yang diangkat. Zaman Jokowi ini nepotismenya benar-benar BRUTAL dan tanpa malu-malu,” tulis @PartaiSocmed.

Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat eks Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin sebagai Komisaris PT Pelni. Kang Dede atau Kristia Budiarto dikenal di jagat maya sebagai influencer Jokowi. Dia didapuk menjadi komisaris independen PT Pelni per 2 November 2020.

Keputusan Menteri BUMN mengangkat buzzer Jokowi menjadi Komisaris BUMN mengagetkan beberapa pihak lho. Belum lama ini, Menteri BUMN juga mengangkat tim sukses dan juga buzzer Jokowi, Ulin Yusron sebagai Komisaris BUMN Pariwisata, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC). Penunjukan Kang Dede berdasarkan surat Kementerian BUMN Nomor: SK-354/MBU/11/2020.  sua, hop