Krakatau Semarakkan Konser 7 Ruang Lustrum XII ITS

Penampilan Krakatau yang hadir dengan enam personel lengkap pada Konser Lustrum XII ITS secara virtual.

SURABAYA (global-news.co.id) –
“Kau datang seketika, menggetarkan jiwa/ sehingga ku terlena, sekejap ku merasa/”. Paduan tembang berjudul Kau Datang yang dinyanyikan punggawa jazz fusion belantika musik tanah air, Krakatau Band, berhasil menyatukan para penggemar yang hadir secara virtual melalui live Youtube dalam Konser 7 Ruang Lustrum XII ITS Peduli, Sabtu (14/11/2020) malam. Dikemas dengan sistem hybrid, konser amal ini tetap mampu menyuguhkan tatanan musik kolaboratif yang apik dan tanpa jeda.
Masih dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-60, konser yang digelar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama DSS Music ini juga bermaksud untuk menggalang dana bagi mahasiswa ITS yang terdampak pandemi Covid-19. Ketua Pelaksana Lustrum XII ITS Dr Eng Trika Pitana ST, MSc menyampaikan Krakatau Band dipilih dari diskusi dengan DSS Music yang sering mengadakan Konser 7 Ruang dalam masa pandemi ini. “Krakatau muncul atas rekomendasi karena banyak yang menantikan kehadirannya,” tuturnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh vokalis Krakatau Band, Trie Utami. Setelah mengawali penampilan dengan lagu Kemelut, Iie, sapaan akrab penyanyi bertubuh mungil ini, mengatakan bahwa konser ini mempertemukan kembali para personel Krakatau setelah delapan bulan lamanya tak berjumpa. “Pengalaman ini juga merupakan sesuatu yang baru, kali pertama Krakatau tampil terpisah (dari beberapa tempat, Red). Kita harapkan masa yang normal kembali datang,” ungkapnya saat menyapa para penonton live Youtube.
Bak membangkitkan nostalgia, para penonton kian meramaikan kolom live chat dengan mendendangkan lagu tersebut melalui pesan tulisan. Setelah menuntaskan lagu pertama, Iie menyambungnya dengan tembang Imaji. Kedua lagu ini merupakan bagian dari album pertama Krakatau yang dirilis pada tahun 1986. Iie bercerita mengingat pada masa tersebut, Krakatau sering tampil di berbagai kampus dan dirinya meyakini Krakatau menjadi bagian dari perjalanan hidup penggemarnya hingga saat ini.
Pada lagu ketiga, Krakatau mulai membawakan sederet tembang anyarnya yang ada pada album Chapter Two (2018). Iie menyampaikan, lagu dalam album tersebut didedikasikan untuk lingkungan hidup. Mulai dari lagu Senyawa yang menegaskan bahwa alam memasok kebutuhan rantai kehidupan, sehingga manusia dan alam selalu bersenyawa. “Di mana burung dapat hinggap, darimana udara bersih, di mana hijau hutan berada”, padanan lirik ini digambarkan dengan motion graphic yang menghiasi visual konser tersebut.
Kemudian, Iie menyambung dengan lagu Inilah Saatnya yang menceritakan tentang bagaimana kita harus memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Tak perlu menengok yang jauh di seberang, sesederhana menaruh perhatian pada lingkungan sekitar kita dahulu. Bukan menunggu besok ataupun nanti, tetapi inilah saatnya kita harus kembali menjaga bumi dan membuatnya tersentum kembali.
Sebagaimana kebiasaannya ketika beraksi di atas panggung, Iie kerap melontarkan celetukan-celetukan yang mengundang gelak tawa penonton. Ketika pembawa acara membacakan salam-salam yang disampaikan penonton melalui live chat, Iie pun turut menyampaikan salam pada tenggorokannya untuk tetap maksimal mengeluarkan performanya sampai akhir penampilan. Turut juga, Iie sampaikan celotehan yang membercandai rekan-rekannya.
Kemudian, Krakatau kembali melanjutkan penampilannya dengan lagu Ironis. Pada awal lagu ini, Iie mengajak penonton untuk menebak judul lagunya. Rupanya, penonton menebak dengan tepat yang menandakan masih banyak yang ingat dengan lagu-lagu mereka. Berikutnya, Iie menyambung dengan lagu Cermin Hati. Dilanjutkan dengan Prthvi Mata, lagu garapan Indra Lesmana yang didominasi oleh alunan instrumen dengan komposisi luar biasa, sebuah persembahan untuk ibu pertiwi.
Usai lagu ketujuh dibawakan, Iie menyambungnya dengan lagu Terumbu Menangis. Lagu tersebut menceritakan potensi terumbu karang di lautan tanah air yang kian terancam, padahal masif pengaruhnya terhadap kadar oksigen di muka bumi. “Masalah ini adalah big issue untuk seluruh dunia dan akan terus berlanjut bila kita tak serius menaruh perhatian pada lingkungan,” terang Iie.
Mendengarkan deretan tembang bertemakan lingkungan hidup, Anggra Ayu Rucitra ST, MMT sebagai pembawa acara yang juga Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS, berkomentar bahwa tema yang diusung Krakatau ini sejalan dengan program ITS Smart Eco Campus. Komentar ini ditanggapi oleh Iie yang menantikan kerjasama Krakatau dengan ITS ke depannya.
Penampilan keenam personel ini dilanjutkan dengan tabuhan drum dari Gilang Ramadhan serta petikan bass dari Pra Budi Dharma yang mengawali Iie mendendangkan lagu La Samba Primadona. Diwarnai dengan alunan keyboard yang dimainkannya, Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan pun turut bernyanyi mengisi lagu tersebut berlanjut dengan permainan solo drum yang menampilkan kepiawaian dari Gilang.
Berikutnya, salah satu tembang yang ditunggu-tunggu yaitu Kau Datang akhirnya mendapat giliran untuk dibawakan. Petikan gitar yang mengalun merdu dari Donny Suhendra mengisi kesyahduan lagu tersebut.
Selain itu, Dr Ing Ir Bambang Soemardiono dan Sri Fatmawati SSi, MSc, PhD dari ITS Music Community yang di awal acara sempat tampil solo pun turut bernyanyi bersama dalam lagu ini.
Malam semakin larut tak menyurutkan antuasiasme lebih dari 1.500 penonton yang hadir secara virtual tersebut. Menuju penutupan sajian konser tersebut, Krakatau menghadirkan lagu Gemilang dan membuat para pengisi acara yang hadir di beberapa tempat turut bergoyang bersama. Persembahan yang memesona dari Krakatau Band malam hari itu diakhiri dengan alunan merdu tembang Di Sekitar Kita.
Resmi menutup penampilannya, Iie berterima kasih dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada ITS atas Dies Natalis yang ke-60. Donny Hardono, pemilik DSS Music, menyampaikan bahwa donasi yang masuk dalam konser tersebut mencapai lebih dari Rp 130 juta. Para penonton pun turut menuliskan kepuasannya atas penampilan dengan musikalitas tinggi yang sangat menghibur dan berkualitas tersebut. tri