Khawatirkan Gelombang III Covid, Jepang Tunda Program Perjalanan Wisata

AFP
Kasus Covid-19 di Jepang terus meroket membuat pemerintah setempat memutuskan menunda kampanye pariwisata di dalam negeri. 

TOKYO (global-news.co.id) – Pemerintah Jepang memutuskan menunda kampanye pariwisata di dalam negeri seiring dengan terus meroketnya kasus harian Covid-19 di Negeri Sakura. Jepang kini masuk gelombang ketiga pandemi.
Jepang memberikan stimulus untuk mendongkrak sektor pariwisata di dalam negeri untuk memulihkan perekonomian berupa subsidi untuk perjalanan dan makan. Ada sekitar 40 juta orang yang memanfaatkan fasilitas ini menurut data agensi pariwisata setempat.
“Jepang akan menangguhkan sebagian kampanye perjalanan domestik “Go-To” di wilayah di mana kasus virus corona meningkat,” kata Perdana Menteri Yoshihide Suga seperti dilansir Bloomberg, Minggu (22/11/2020).
Kebijakan penundaan ini dibahas Suga dan anggota kabinet pada Sabtu waktu setempat. Namun, Satuan tugas penanganan Covid-19 Jepang sebelumnya merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan untuk meninjau kembali program tersebut.
“Kami perlu bertindak secepat mungkin,” kata Suga kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa dia telah menginstruksikan menteri terkait untuk mengambil tindakan terhadap infeksi virus tersebut.
Ia juga menyarankan agar tidak ada reservasi baru yang harus diterima di bawah kampanye perjalanan domestik tersebut dan meminta pemerintah daerah untuk berhenti mengeluarkan kupon makanan “Go-To Eat” yang baru.
Suga juga mengatakan dia berencana menggunakan dana nasional untuk melakukan tes Covid-19 bagi beberapa lansia di fasilitas medis dan perawatan. Pemerintah akan menyelesaikan perincian selama beberapa hari mendatang tentang bagaimana mereka akan menangguhkan sebagian kampanye yang dirancang untuk memacu perjalanan domestik.
Seperti diketahui, kasus harian yang meningkat di atas 500 per hari jadi pertimbangan Jepang fokus pada pengendalian pandemi ini. Jepang tidak pernah menerapkan karantina nasional total dan jumlah kasus kematian terkait virus corona di Negeri Sakura masih di bawah 2.000. Namun, kekhawatiran semakin meningkat saat angka kasus positif dalam tiga hari terakhir terus melonjak, yang membawa Jepang pada gelombang ketiga covid-19. yan, cnb