Diduga Korsleting, Pasar Larangan Sidoarjo Terbakar

Dua unit toko elektronik dan juga dua unit toko emas yang ada di komplek Pasar Larangan, Candi, Sidoarjo terbakar, Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 10.30.

SIDOARJO (global-news.co.id) – Enam unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di Pasar Larangan Sidoarjo. Dua unit toko elektronik dan juga dua unit toko emas yang ada di komplek Pasar Larangan, Candi, Sidoarjo terbakar, Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 10.30.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito menuturkan, kebakaran itu terjadi di lantai dua masing-masing toko. “Ada enam unit kendaraan pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk membantu proses pemadaman api,” ujar dia, Selasa (10/11/2020).

Ia mengatakan, selang dua jam api sudah berhasil dikuasai oleh petugas dan kini dalam proses pembasahan kebakaran itu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu, tetapi sempat membuat warga dan juga pedagang sempat panik mengingat lokasi toko yang berhimpitan dengan toko lainnya.

Lokasi toko yang berada di tepi jalan raya juga memudahkan petugas untuk melakukan proses pemadaman kebakaran itu. Kebakaran itu juga sempat membuat arus lalu lintas di depan Pasar Larangan macet dan sebagian arus lalu lintas dialihkan ke jalan lain.

Petugas kepolisian dari Polsek Candi juga berjaga di lokasi kebakaran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena toko yang terbakar itu adalah toko emas dan toko elektronik.  “Semua barang sudah diamankan untuk antisipasi penjarahan,” kata Kapolsek Candi AKP Yuli Khrisna.

AKP Yulie Khrisna menjelaskan, api pertama kali muncul di toko elektronik Cahaya Abadi 1 sisi selatan. Api kemudian dengan cepat merembet ke arah utara dan membakar toko Cahaya Abadi 2, kemudian toko emas Kenjana dan merembet ke toko emas Gadjah.

“Kebakaran menimpa lantai dua ke empat ruko tersebut. Sedangkan lantai bawah aman. Penyebabnya kebakaran tersebut untuk sementara diduga terjadi korsleting listrik di toko elektronik itu,” kata Yulie.

Yulie menambahkan amuk api berhasil dipadamkan sekitar satu jam sesudahnya. Meskipun begitu pihak PMK masih melakukan pembasahan. “Kalau kerugian belum mengetahui secara persis, karena pemiliknya ada empat orang. Yang jelas kisaran ratusan juta rupiah,” tambah Yulie.

Komandan pleton PMK Candi, Huda mengatakan, saat proses pemadaman ada sedikit kendala. Di antara pengambilan pasokan air yang jaraknya agak jauh sekitar 1,5 kilometer. “Tadi kami menerjurkan sekitar 15 armada pemadam kebakaran untuk memastikan bara api benar-benar padam,” ujarnya.  sir, ara, ins