Antisipasi Cuaca Ekstrem, PLN Imbau Masyarakat Aktif Laporkan Potensi Bahaya

Tim PLN tengah menggiatkan piket mulai dari Unit Induk Distribusi, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) seluruh Jawa Timur untuk menjaga jarak aman pohon dengan jaringan listrik.

SURABAYA (global-news.co.id) – Memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrem seperti badai dan angin kencang, PLN mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan dengan melaporkan potensi bahaya.
Gangguan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah ini mengakibatkan terganggunya pasokan listrik. Jumlah gangguan tertinggi disumbangkan oleh beberapa daerah seperti Situbondo, Jember, Malang, Pacitan, Ponorogo dan Mojokerto.
Seperti di Desa Magersari, Tumpang Malang terjadi angin puting beliung dan pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik bertegangan 20 KV pada 19 November pukul 10.00 yang mengakibatkan 1 konstruksi Tegangan Menengah rusak/jatuh ke tanah dan total padam 6 gardu yang menyuplai sekitar 1.100 pelanggan. Petugas yang terdiri atas 2 regu pemeliharaan, 2 regu pelayanan keandalan dan 1 regu inspeksi dikerahkan dengan dikomando oleh Manager Bagian Jaringan UP3 Malang Donna Chandra sehingga pada pukul 14.50 setelah sekian waktu melaksanakan upaya penormalan, seluruh pelanggan di wilayah Magersari, Tumpang telah menyala total.
Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur Adriansyah memaparkan cuaca yang ekstrem seperti angin kencang dan badai memicu pohon-pohon yang berada di dekat jaringan listrik rentan tumbang sehingga menyebabkan terganggunya pasokan listrik. “Kami meminta partisipasi dan keikutsertaan masyarakat semua untuk turut melaporkan potensi-potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini,” paparnya dalam siaran pers, Minggu (22/11/2020).
Lebih lanjut Adriansyah menyampaikan hingga saat ini, tim PLN tengah menggiatkan piket mulai dari Unit Induk Distribusi, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) seluruh Jawa Timur untuk menjaga jarak aman pohon dengan jaringan listrik.
Adriansyah menyebutkan mulai dari Oktober hingga saat ini, tim PLN tengah melakukan potong pohon yang berpotensi menganggu jaringan listrik sebanyak 26.143 pohon, tentunya dengan izin dinas terkait serta masyarakat setempat.
“Dalam mendukung kegiatan ini kami mensiagakan 906 personel dari seluruh unit di Jawa Timur dan dibekali dengan sarana dan prasarana perbaikan (peralatan kerja, kendaraan) dalam keadaan siaga dan prima. Jika mendapati potensi bahaya silakan lapor ke Contact Center PLN 123 atau ke Unit Layanan PLN terdekat” tambahnya.
Hingga saat ini, 114 Unit Layanan Pelanggan di Jawa Timur menggencarkan edukasi ke pelanggan dengan memberikan pamflet atau informasi melalui media radio, mulai dari jenis-jenis potensi bahaya hingga bagaimana pelanggan melindungi diri dari bahaya petir dan pohon tumbang. tis