Alun-alun Suroboyo Batal Diresmikan

Rencana Pemkot Surabaya memberikan kado istimewa peringatan Hari Pahlawan tepatnya 10 November 2020, dengan meresmikan Alun-alun Suroboyo di bawah tanah akhirnya batal digelar.

SURABAYA (global-news.co.id) – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan kado istimewa peringatan Hari Pahlawan tepatnya 10 November 2020, dengan meresmikan Alun-alun Suroboyo di bawah tanah akhirnya batal digelar. Molornya peresmian ini disampaikan Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya, Iman Krestian.

Ia mengatakan, pengerjaan sempat terkendala kericuhan, yang terjadi saat demo di Jalan Gubernur Suryo pada Kamis (8/10/2020) lalu. “Kemarin sempat terhenti pengerjaannya karena ada demo. Itu relatif banyak yang rusak di lapangan. Jadi kita menunggu dulu perbaikannya. Harapannya akhir November sudah selesai semua pengerjaannya,” kata Iman, Rabu (11/11/2020).

Sebab, konstruksi yang akan dipasang mayoritas dari kaca. Bahkan ada beberapa yang sampai ikut pecah. “Jadi pemasangan kaca itu belum berani karena posisinya masih ada lempar-lemparan. Jadi itu yang agak riskan,” tambahnya.

Menurutnya, jika alun-alun bawah tanah sudah selesai, berarti hanya tinggal pemasangan travelator, lift pembangunan selubung konstruksi penutup travelator dan elevatornya. “Itu lagi proses, sekarang pemasangan. Jadi modelnya dari kaca full itu di sana,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Iman, interior juga sudah diselesaikan semua. Kini tengah proses pembuatan skate park. “Jadi, sementara akses yang menuju ke Pemuda 17 itu masih belum bisa dimanfaatkan. Itu digunakan dulu sebagai skate park, ini lagi dikerjakan,” tuturnya.

Di bagian luar, pengerjaan yang tengah dilakukan yaitu pedestrian yang terus dipercantik. Penyelesaian proyek diperkirakan kurang 7 persen lagi. “Jadi kalau itu tidak diperhitungkan, ini sudah sekitar 97 persen. Sudah nyaris kurang dikit,” terangnya.

Proyek basement ini terbilang ditunggu-tunggu. Mengingat ini akan menjadi ikon anyar tempat jujugan warga kota pahlawan. Alun-alun yang berada di bawah Jalan Yos Sudarso itu diproyeksi bakal menjadi tempat apik di tengah ota.

Untuk area atas, beberapa waktu lalu sudah diresmikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Plaza atas saat ini sudah dilengkapi dengan air mancur berkabut, selain itu menjadi wadah kegiatan para penggiat seni dan budaya di Kota Pahlawan.

Sebelumnya, Risma mengatakan, sebetulnya bangunan Alun-alun Surabaya baik plaza atas maupun bawah, ditargetkan selesai pada November 2020. Namun, karena ia ingin agar ini segera bermanfaat, maka bertepatan di Hari Kemerdekaan ini bangunan plaza atas diresmikan.

“Kalau sekarang anak-anak bisa dia pentas di situ, ludruk juga bisa pentas di situ, itu kan sangat bagus. Misalkan ada tamu dia ingin lihat ludruk, ingin lihat wayang orang atau srimulat itu bisa terjadwalkan dengan adanya plaza itu. Terus anak-anak juga bisa berkumpul di situ,” kata Risma.

Sejak awal menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, dia mengaku bercita-cita ingin membuat wadah atau ruang khusus bagi para penggiat seni dan budaya di Kota Pahlawan. Karenanya, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu kemudian berinisiatif sendiri merancang konsep bangunan alun-alun tersebut. “Akhirnya saya coba gambar sendiri dan Alhamdulillah bisa ketemu (konsepnya),” ungkap dia.

Konsep bangunan Alun-alun Surabaya ini tak hanya berfungsi untuk wadah pertunjukkan kesenian. Namun, anak-anak Surabaya yang ingin mengembangkan bakat dan minat di bidang kesenian dapat memanfaatkan bangunan tersebut. Apalagi, kompleks Balai Pemuda ini juga dilengkapi dengan Gedung Balai Budaya, Perpustakaan, Rumah Bahasa dan Matematika.

“Anak-anak nanti bisa belajar menari di sini, bermain musik di sini dengan aman. Saya berharap ruangan ini bisa digunakan maksimal. Jadi itu mimpi saya,” katanya. pur