Tingkatkan Keselamatan Pasien, RS Adi Husada Renovasi Ruang Operasi

SURABAYA (global-news.co.id)  –  Untuk meningkatkan layanan dan keselamatan pasiennya, Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan merenovasi ruang operasinya. Direktur RS Adi Husada Undaan Wetan dr Irawati Marga MARS QIA menyebutkan, di masa pandemi Covid-19 saat ini pihaknya memang melakukan banyak perubahan untuk memenuhi kebutuhan pasien Non Covid dan pasien Covid.

“Caranya, ya dengan memisahkan seluruh pelayanan Covid dan Non Covid,” ujar Ira dalam peresmian ruang operasi yang dilakukan secara virtual, Senin (5/10/2020).

Terkait renovasi ruangan operasi, lanjutnya, meliputi perubahan dan inovasi. Di antaranya dengan memasang sistem tata udara bertekanan positif dengan aliran udara laminar flow yang akan membawa udara dari ruang operasi keluar dan mencegah udara dari luar kamar operasi masuk ke dalam. “Sehingga dapat mencegah kontaminasi ruangan,” terangnya.

Dijelaskan, sistem tata udara ini didukung dengan teknologi ULPA Filter (Ultra Low Particulate Air Filter) yang dapat menghilangkan 99,999% debu, jamur, bakteri dan partikel airborne yang berukuran 0,1 mikrometer (lebih kecil bila di bandingkan dengan HEPA Filter).

Saat ini RS Adi Husada Undaan Wetan memiliki 5 ruang operasi. Empat unit di antaranya untuk pasien   Non Covid dan 1 unit khusus untuk menangani pasien Covid-19. Renovasi dilakukan bertahap dan yang sudah rampung serta diresmikan saat ini adalah dua ruang operasi untuk pasien Non Covid.

Inovasi lainnya adalah pemasangan passbox yang fungsinya sebagai ruang antara apabila di tengah proses operasi ada tambahan alat/bahan. “Bila passbox sedang dibuka dari luar, maka passbox tidak bisa dibuka dari dalam dan sebaliknya, sehingga mengurangi risiko kontaminasi ruangan,” kata Ira dalam peresmian yang juga diikuti caretaker Ketua Perkumpulan Adi Husada Surabaya, Prof Lieke Riadi.

Ditambahkan, kini lampu kamar operasi menggunakan LED sehingga lebih terang, lebih fokus, dan tidak panas. Lampu tersebut di lengkapi dengan kamera yang terhubung dengan monitor untuk pandangan ke area operasi yang lebih baik, tanpa harus mendekat ke area operasi sehingga meminimalkan kontaminasi.

Sejak ada pandemi Covid-19, gedung Adi Husada Medical Center (AMC) dikhususkan untuk pasien rawat jalan Non Covid, sedang pasien Covid ditangani di klinik paru yang terpisah dari gedung AMC. IGD pun dipisahkan, begitu pula ruang rawat inap, ICU, dan hemodialisa (cuci darah).  “Kesemuanya ini bisa di lakukan karena kami memiliki sendiri alat pemeriksaan diagnostik untuk Covid yaitu PCR yang beberapa waktu lalu telah diresmikan,” kata Ira.

Selama menunggu kepastian diagnostik, para pasien akan di tempatkan di ruang transisi yang juga terbagi menjadi dua yaitu ruang transisisi dengan pneumoni dan ruang transisi tanpa pneumoni. “Semua ini dilakukan agar pasien aman dari cross infection atau penularan silang,” pungkasnya.ret