Targetkan Zona Kuning, Optimalkan Protokol Kesehatan

 

Petugas Dishub dibantu Linmas saat melakukan operasi yustisi protokol kesehatan.

Pandemi Covid-19 di Jawa Timur masih menjadi ancaman nyata. Meski Provinsi Jawa Timur dalam sepekan terakhir sudah tidak ada lagi daerah yang masuk zona merah. Bahkan sejumlah kabupaten/kota hingga kini terus berjibaku untuk bisa terbebas dari Covid-19.

 

Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir masih mengkhawatirkan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, pada Selasa (13/10/2020) jumlah pasien covid-19 yang meninggal bertambah dua orang.
”Dengan bertambahnya dua pasien tersebut, total kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang yang dinyatakan meninggal dunia meningkat jadi 63 orang,” terang Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz, Rabu (14/10/2020).
Dua pasien covid-19 yang dinyatakan meninggal tersebut berasal dari Kecamatan Singosari dan Tajinan. ”Sejak 5 Oktober (2020) lalu, jumlah pasien covid-19 yang meninggal tidak mengalami peningkatan. Setelah seminggu kemudian, jumlahnya kembali mengalami peningkatan sebanyak dua pasien,” terang Aniswaty.
Di sisi lain, jumlah pasien positif covid di Kabupaten Malang juga mengalami peningkatan. Tercatat hingga Selasa (13/10/2020) Dinkes Kabupaten Malang menyampaikan penambahan enam pasien. Mereka berasal dari Kecamatan Bululawang, Dau, Gondanglegi, Kalipare, Pakis, dan Singosari.
”Dengan bertambahnya enam pasien tersebut, membuat total kasus positif covid-19 di Kabupaten Malang meningkat jadi 973 kasus,” ujar Aniswaty.
Dengan peningkatan itu menjadikan Kabupaten Malang masuk zona oranye. “Per hari ini (Rabu 14/10/2020) Kabupaten Malang downgrade menjadi zona oranye,” jawab Aniswaty.
Dengan status zona oranye tersebut, membuat Kabupaten Malang masuk pada kategori risiko kenaikan kasus covid-19 dengan skala sedang dari yang sebelumnya berstatus risiko kenaikan kasus covid-19 rendah. ”Sebelum kembali ke zona oranye, Kabupaten Malang sempat berstatus zona kuning sejak 29 September (2020) lalu,” ucapnya.
Sementara itu, jumlah pasien covid-19 yang berhasil sembuh dari Kabupaten Malang terpantau mengalami peningkatan lebih banyak dibanding dengan penambahan kasus covid-19. Jika jumlah pasien covid-19 bertambah enam kasus, pada data terbaru yang dihimpun Dinkes Kabupaten Malang, jumlah pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 7 orang pada Selasa (13/10/2020).
”Dengan adanya penambahan pasien covid-19 yang sembuh sebanyak 7 pasien tersebut, membuat total pasien yang sembuh di Kabupaten Malang meningkat jadi 860 orang,” sambung Aniswaty.
Penetapan zona oranye juga dialami Kabupaten Sidoarjo. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo optimistis dalam dua pekan ke depan, kota bandeng dan udang ini status zonanya bakal berubah menjadi zona kuning.
Salah satunya dengan gencar menerapkan operasi protokol kesehatan atau operasi yustisi mulai tingkat desa hingga kabupaten. “Dengan operasi yustisi yang semakin besar, maka penyebaran Covid-19 menurun. Kita cek ke lapangan ke rumah sakit memang menurun jumlah pasiennya. Setelah menurun, kita pilah-pilah lagi, kita sisir data pasien di semua rumah sakit,” kata Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, Rabu (14/10/2020).
Ketika terjadi penurunan pasien, jumlah meninggalnya juga menurun. “Oleh karena itu, kami sepakat dengan Forkopimda dan Dinas Kesehatan dalam dua minggu Sidoarjo bisa kuning,” tandasnya.
Hudiyono mengatakan, operasi yustisi di tiap kecamatan dan desa lebih dimasifkan lagi untuk menuju Sidoarjo zona kuning. Kalau sudah kuning masyarakat bisa tenang dan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.
Pendekatan di Sidoarjo dilakukan seperti di Jawa Timur, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, penanganan Covid-19 di Jawa Timur jadi percontohan. “Karena percontohan, jadi kita seperti Jawa Timur, selain dengan pendekatan sains juga dengan pendekatan spiritual,” lanjutnya.
Sampai saat ini, Sidoarjo termasuk daerah yang paling banyak melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan di Jawa Timur. Selama digelar, operasi yustisi telah mendisiplinkan 5.600 pelanggar protokol kesehatan, jumlah ini tertinggi se-Jawa Timur. Hudiyono juga minta semua pejabatnya, termasuk camat, lurah/kades dan RT/RW aktif turun ke bawah secara masif bergerak bersama mengajak warga untuk mematuhi protokol kesehatan.  sir, trb, mlv