Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan

Istimewa
Salah satu jalan di Dusun Ngampon, Takeran yang ditanami warga dengan pohon pisang.

MAGETAN (global-news.co.id)-Warga Dusun Ngampon, Kelurahan dan Kecamatan Takeran Magetan gemes dengan kondisi jalan desa mereka yang tak kunjung mendapat perhatian. Saking gemesnya, mereka pun menanami jalan desa mereka dengan pohon pisang.

Sebanyak tiga pohon pisang ditanam warga pada jalan rusak sepanjang sekitar 500 meter tersebut. Namun sejumlah warga ada yang tidak tahu siapa penanam pohon pisang tersebut.

”Tepatnya siapa yang menanam dan jam berapa saya tidak tahu, tapi memang jalan tersebut rusak,” ungkap Darno, salah satu  warga Takeran, seperti dikutip sebuah website, Selasa (27/10/2020).

Warga lainnya, Darmin yang kebetulan lewat jalan rusak tersebut, mengaku tidak tahu persis siapa yang menanamnya sejak pagi sudah ada. Ia hanya menyebut lebih lima tahun jalur menuju Takeran, Madiun dan Magetan kota tersebut kondisinya memprihatinkan. Rusak dan berlubang. Jika turun becek dan banyak kubangan air. ”Kami tidak tahu kapan akan direhab lagi,” katanya.

”Sebelumnya, warga sudah pernah menanami jalan tersebut dengan pohon pisang, hari ini kembali ditanami. Namun belum ada respons yang jelas dari pihak kelurahan maupun kecamatan,” ungkapnya kesal.

Purnomo, Lurah Takeran mengatakan, rehab akan dilaksanakan akhir tahun ini. Namun tertunda karena refocusing anggaran akibat covid-19. ”Warga juga sudah diberi tahu sebelumnya, namun masih beleum mengerti, kami sudah jelaskan akan ada penundaan pembangunan,” paparnya.

Saat ini pengajuan perbaikan, lanjutnya sudah diproses melalui Perubahan Anggaran Keuangan APBD Magetan sebesar Rp 187 juta meliputi perbaikan jalan dan gorong – gorong. Surat perintah pengerjaan kemungkinan turun pada 2 November mendatang.  ”Jadi, bukan berarti kami tidak merespon aksi warga, kami sudah lama rencanakan, tapi kami kan butuh dana juga,” dalihnya.

Administrasi butuh proses, hal tersebut  yang membuat pihaknya tak kunjung bisa merealisasikan harapan warga. ”Untuk pohon pisangnya biarkan saja di sana, kami anggap sebagai peringatan agar bekerja lebih baik,” pungkasnya. ary, nsd