Sesalkan Isu Pasien ‘Dicovidkan’, IDI Jatim Tetap Komitmen Bantu Perangi Covid-19

Pasien Covid-19 tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

SURABAYA (global-news.co.id) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tetap berkomitmen penuh membantu pemerintah dalam berperang melawan Covid-19. IDI juga menyesalkan isu yang beredar di media sosial yang menyebutkan banyak rumah sakit meng-covid-kan pasien untuk mengambil keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua IDI Jatim, Dr dr Sutrisno SpOG (K), menegaskan, anggota IDI telah bekerja di setiap fasilitas kesehatan. “Dan sampai saat ini belum menyatakan menyerah pada gelanggang pertarungan Covid-19, meskipun banyak anggota yang sakit dan meninggal dunia,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Dia menyebut, pihaknya akanterus mengingatkan dan mengimbau para dokter anggota IDI yang menjadi pimpinan atau direktur di se mua fasilitas kesehatan untuk mematuhi semua aturan. Baik sesuai UU No. 29/2004 mengenai praktik kedokteran dan PNPK/PPK/SOP yang standar serta pedoman keilmuan lainnya.

“IDI Jatim mengimbau ke masyarakat bila mendapatkan bukti, saksi kejadian yang mengarah pada pelanggaran regulasi dalam penanggulangan Covid-19 untuk menyampaikan aduannya pada IDI Jatim disertai bukti-bukti dan bukan pendapat pribadi yang subjektif,” ucapnya.

Selain itu, IDI Jatim juga meminta kepada pengambil kebijakan bisa menemukan ketidakbenaran dalam tata kelola penanganan Covid-19 bisa ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang benar. “Jadi tidak melempar isu yang prematur, belum ada bukti dan saksi,” tandasnya.

Yang memprihatnkan, lanjut Sutrisno, isu ini dilempar ke media sosial yang ujung-ujungnya menjadi perdebatan  padahal kabar tersebut tidak valid. “Dugaan yang dari ‘katanya’ dilempar ke medsos justru akan membuat suasana makin gaduh dan tidak ada pihak yang mendapatkan keuntungan dari kegaduhan yang terjadi,” pungkasnya.ret*