Pengadaan Lelang Mobil Alphard Bupati Nganjuk Rp 2,6 Miliar Tuai Kritik

Pemkab Nganjuk melakukan lelang pengadaan mobil Aphard senilai Rp 2,6 miliar di tengah pandemi Covid-19.

NGANJUK (global-news.co.id) – Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mendapat kritik keras dari aktivis dan tokoh masyarakat setempat.
Bagaimana tidak, di tengah krisis badai pandemi virus corona, Pemkab Nganjuk justru melakukan lelang pengadaan mobil Aphard senilai Rp 2,6 miliar.
Hal tersebut langsung membuat aktivis Ngepung Sujadi mempertanyakan urgensi lelang pengadaan mobil itu.
“Inikan masih pandemi, rasa empatinya kepada masyarakat di mana,” tanya pria yang akrab disapa Sujadi di hadapan wartawan, Sabtu (3/10/2020).
Menurutnya, pengadaan ini lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai tahun depan. Dikarenakan, masyarakat masih menghadapi ancaman krisis karena pandemi Covid-19.
“Pengadaan (mobil Alphard) itu bisa ditunda. Itukan anggaran induk bukan PAK, ” ungkap sujadi.
Ditanya tentang fungsinya, Sujadi menjelaskan mobil baru itu diplot digunakan untuk menerima tamu ketika Pemkab Nganjuk akan membangun jalan Lingkar Wilis.
“Prinisipnya saya tidak setuju, karena menodai masyarakat Nganjuk, di saat masa pandemi Corona kok masih meminta pengadaan mobil yang harganya selangit,” terang Sujadi.
Ketika ditelusuri di LPSE Kabupaten Nganjuk, pengadaan tersebut tertulis 22 September dan telah ada 8 peserta lelang. Dalam kolom satuan pengadaan tertulis Sekretariat Daerah Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, nominal anggaran yang tertera di LPSE Rp 2.685.100.000. roy