Pelindo III Dukung Pengembangan Wisata Pantai Utara Surabaya

Pelindo III merevitalisasai Kampung Wisata Sotoh Laut Surabaya di wilayah ring 1 PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan  Pelindo III guna mendukung program peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di lingkungan tersebut.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pelindo III Grup terus berkomitmen untuk membantu pemerintah meningkatkan kesejahterahan masyarakat umum khususnya kebutuhan masyarakat nelayan di sekitar wilayah kerjanya. Hal tersebut diwujudkan dengan berkolaborasi bersama warga sekitar melalui bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL milik Pelindo III.

Salah satu bentuk kolaborasi antara Pelindo III dengan masyarakat nelayan sekitar wilayah kerjanya ialah normalisasi alur khusus nelayan dan juga revitalisasai Kampung Wisata Sotoh Laut Surabaya di wilayah ring 1 PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan dari Pelindo III guna mendukung program peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di lingkungan tersebut.

Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto saat kegiatan simbolis penyerahan bantuan Normalisasi alur khusus nelayan dan revitalisasi atau pengembangan Kampung Sotoh Laut Surabaya di Terminal Teluk Lamong, Jumat (16/10/2020) mengatakan bahwa Pelindo III hadir di tengah masyarakat dengan komitmen penuh untuk memberikan dampak pada negara dan masyarakat dengan mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sebagai salah satu BUMN di bidang jasa operator pelabuhan tentunya memiliki kepedulian dalam hal upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat maritim terutama di lingkungan wilayah kerja kami. Hal tersebut kami wujudkan melalui 2 program bantuan CSR kami yaitu normalisasi alur khusus nelayan dan juga pengembangan kawasan wisata Sotoh Laut. Semoga program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Edi Priyanto dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (17/10/2020) pagi.

Senada dengan pernyataan Pelindo III, Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Penataan Hukum Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jatim Ainul Huri, yang juga hadir langsung dalam acara penyerahan bantuan simbolis kepada masyarakat menyatakan bahwa Pelindo III telah memenuhi tanggung jawab sesuai dengan dokumen AMDAL.

“Pelindo III telah memenuhi komitmennya kepada masyarakat, khususnya nelayan, untuk melakukan normalisasi alur pelayaran tradisional sehingga berdampak pada kenyamanan arus perahu nelayan danpeningkatan pendapatan hasil laut,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Kholik selaku Ketua LPMK Kelurahan Romokalisari sekaligus Sekretaris Forum Komunikasi (FORKOM) Masyarakat Sekitar Teluk Lamong, menjelaskan bahwa seluruh kelompok nelayan mendukung pelaksanaan program PKBL Pelindo III ini dengan harapan alur nelayan dapat berjalan lebih maksimal dan pendapatan hasil laut meningkat. Perbaikan alur khusus nelayan ini juga seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui hasil tangkapan. “Kami sebagian besar merupakan warga kampung pesisir dengan mata pencaharian sebagai nelayan, tentunya melalui bantuan normalisasi alur khusus nelayan akan memudahkan kami para nelayan untuk bekerja dan meningkatkan hasil tangkapan, tak hanya itu dukungan pengembangan Kawasan Wisata Sotoh Laut juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan kami dari sisi pariwisata. Tentunya dengan dukungan penuh yang diberikan oleh Pelindo III ini,” ujar Nur Kholik.

Program CSR atau PKBL Normalisasi Alur Khusus Nelayan ditujukan untuk nelayan di wilayah Ring 1 Terminal Teluk Lamong dengan biaya bantuan senilai Rp 1,7 miliar. Masyarakat nelayan bekerjasama dengan perusahaan untuk melakukan normalisasi alur tradisional sehingga kedalaman dan hasil tangkapan lebih maksimal.

Setidaknya terdapat 8 titik lokasi muara sungai yang akan dilakukan revitalisasi, yaitu muara sungai kali Al-Fatich Kelurahan Tambak Osowilangun, muara Kali Lamong Kelurahan Romokalisari, muara Kali Desa Karang Kiring dengan lebar alur 5,5 – 6 meter dan kedalaman 3 meter. Muara sungai Kali Branjangan, muara Kali Manukan, muara Kali Greges Timur, muara Kali Kalianak, muara kali lepas Morokrembangan memiliki ukuran lebar alur 8 – 10 meter dengan kedalaman 1 – 1,5 meter.

Sementara itu, program bina lingkungan senilai lebih dari Rp 240 juta dikucurkan oleh Pelindo III untuk menyokong keberlangsungan Kampung Wisata Sontoh Laut Kelurahan Tambak Sarioso Surabaya.

Kampung Wisata Sontoh Laut berada di tengah hutan mangrove sepanjang pinggir pantai utara Surabaya. Lokasi ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat dengan sejak tahun 2019 dan didukung oleh Kelompok Sadar Wisata Sontoh Laut Kelurahan Tambak Sarioso.

Nantinya para pengunjung yang datang berkunjung ke Kampung Wisata Sontoh Laut akan disuguhi dengan pemandangan suasana mangrove yang bersanding dengan Terminal Teluk Lamong. Keindahan alam diimbuhi dengan kicauan burung yang masih betah singgah karena kawasan tersebut tidak tercemar oleh asap kendaraan maupun industri. Pengunjung dapat mengitari Kampung Wisata menggunakan perahu yang disediakan oleh nelayan sehingga menjadi pengalaman perjalanan tak terlupakan di Surabaya.

Program pemberdayaan lingkungan dan masyarakat oleh Pelindo III di kawasan ring 1 Terminal Teluk Lamong akan dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang terus berlanjut hingga  2030. tis