Libur Panjang…

LIBUR panjang telah tiba. Pada 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 cuti bersama, sementara 29 Oktober 2020 libur Maulid Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya libur akhir pekan Sabtu dan Minggu. Hanya saja, ini kan masih dalam suasana pandemic covid-19.
 
 
Liburan panjang akhir pekan, jumlah wisatawan yang berlibur dipastikan akan meningkat. Terutama dengan tujuan tempat-tempat wisata favorit yang diperkirakan akan ada tambahan kunjungan.
Maungkin lebih arif lagi bila kita berfikir bahwasanya meski liburan bersama, tetapi kita masih dalam suasana pandemic.
 
 
Pantaskah kita berduyun-duyun berlibur bersama? Bagaimana dengan ancaman covid-19? Bagaimana pula dengan kekhawatiran cluster keluarga yang belakangan banyak dikhawatirkan sejumlah kalangan?   
 
Lalu bagaimana kalau masih “ngotot” untuk berlibur atau pergi ke luar kota karena ada keperluan? Langkah yang paling tepat yakni agar yang bersangkutan  melakukan tes PCR. Tes tersebut harus dilakukan baik sebelum berangkat ataupun pulang dari luar kota. Ini dimaksudkan agar kita mengetahui kondisi seseorang, sehingga kalau mereka tertular, selanjutnya dapat “menghentikan’ penularan kepada yang lain. Terutama di lingkungan keluarga.
 
 
Tidak salah kalau kita berfikir lebih “jernih” lagi, yakni untuk tidak keluar rumah selama libur panjang. Corona masih mengancam dimana-mana. Apalagi di tempat-tempat wisata. Di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diimbau untuk tetap di rumah selama libur panjang pekan ini. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19. Permintaan itu tertuang dalam Surat Edaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Nomor 50/SE/2020. SE tersebut ditandatangani oleh Kepala BKD DKI Jakarta, Chaidir.
 
“Dalam mengisi cuti bersama dan libur akhir pekan ini, sedapat mungkin menghindari perjalanan ke luar kota dan tetap berkumpul bersama keluarga, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing,” tulis SK tersebut seperti dilihat detikcom, Senin (26/10/2020).
 
Sementara di sisi lain, pengelola pengelola sektor pariwisata seperti hotel dan tempat wisata untuk menerapkan protokol kesehatan saat berlangsungnya libur panjang akhir pekan. Hal tersebut diminta dilakukan yang pastinya untuk mencegah penularan dan lonjakan kasus virus corona atau Covid-19. Di Jatim, liburan panjang akhir pekan, jumlah wisatawan yang berlibur, seperti ke Malang dan Batu dipastikan akan mengalami peningkatan. 
 
Tidak hanya lokasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, tapi arus lalu lintas menjadi imbas dari banyaknya warga yang berlibur. Kerumunan masyarakat yang terdiri dari anggota keluarga inilah yang dikhawatirkan menjadi penambahan kasus  corona. Mari kita saling menjaga, agar corona ce[pat berlalu.(*)