Jatim Bebas Zona Merah, Warga Jatim Diminta Jangan Kendor Terapkan 3 M

Dok GN
Gubernur Khofifah Indar Parawansa

 SURABAYA (global-news.co.id) – Jatim telah terbebas dari zona merah Covid-19.   Dari 38 kab/kota seluruh Jatim, 28 wilayah dinyatakan berkategori orange atau risiko sedang. Sedangkan 10 sisanya berkategori zona kuning atau risiko rendah.

“Alhamdulillah, Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional telah mencatatkan bahwa Jatim sudah bebas dari zona merah,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (7/10/2020).

Dengan munculnya hasil baik ini, Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, yang  telah bekerja keras bahu membahu mengendalikan  penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Jatim dengan hasil yang cukup menggembirakan.

“Terima kasih kerja keras semua pihak baik dari Pemerintah Kabupaten/ Kota,  TNI, POLRI, Kejaksaan, Pengadilan, Kampus, Media, Tenaga Kesehatan, Tokoh Agama, Relawan, khususnya bagi masyarakat Jawa Timur yang saat ini menjadi garda terdepan dalam pemakaian masker. Merekalah yang menjadi faktor utama yang berkontribusi pada kesuksesan Jawa Timur kali ini,” ungkap Khofifah

Khofifah juga membeberkan rahasia Jawa Timur dalam keberhasilannya menekan penyebaran Covid-19. “Prinsipnya, Kami selalu mempertimbangkan masukan dari pakar epidemiologi dalam penanganan COVID-19 di Jawa Timur.

Kali ini, kita mendapatkan data bahwa  penggunaan masker yang masif dan serentak, terbukti mampu menurunkan kurva penambahan kasus COVID-19 di berbagai negara. Di samping itu, apabila 60% saja populasi mau pakai masker, Rate of Transmission atau tingkat penularan bisa turun di bawah satu. Oleh karena itu, kita adopsi gagasan yang telah scientifically proven ini di Jawa Timur,” tuturnya.

Khofifah menyebut, dalam satu bulan terakhir, penanganan Covid-19 di Jawa Timur difokuskan kepada perubahan perilaku dengan kampanye penggunaan masker yang masif oleh para tokoh diikuti dengan operasi Yustisi yang tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga memberikan reward kepada masyarakat yang patuh protokol kesehatan.

“Saya setiap weekend bersama tim dari Forkopimda, Pangdam, Kapolda,  Bupati, Walikota juga pimpinan instansi vertikal seperti BI, BPN, OJK  dan para survivor COVID-19 bergantian untuk keliling kabupaten dan kota di Jawa Timur terjun langsung kepada masyarakat dengan cara gowes untuk menyampaikan ajakan “Pakai Masker” sambil membagikan masker gratis dan sembako untuk mengapresiasi kepatuhan mereka kepada protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, dengan adanya 1.275.928 masyarakat Jatim yang telah ditindak penegakan  disiplin  oleh operasi Yustisi, kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan tentunya semakin meningkat. Hal ini yang diduga juga berpengaruh pada penurunan tingkat penularan atau rate of transmission Jatim sehingga saat ini RT Jatim bisa di bawah angka 1 selama 14 hari.

Tak hanya peningkatan cakupan penggunaan masker, percepatan 3T yang lebih masif juga sebagai kunci utama guna mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Secara kumulatif, testing di Jawa Timur per 6 Oktober 2020 telah dilakukan kepada 1.346.878 orang, dengan rincian rapid test sebanyak 976.711 tes dan PCR sebanyak 370.107 tes.

“Saat ini, positivity rate Jatim  telah turun dari 31% di Juli menjadi 10% per minggu ini yang artinya testing terus konsisten meningkat sementara semakin sedikit kasus positif COVID-19 yang ditemukan di masyarakat. Ini merupakan pertanda bahwa intervensi kita on the right track,” ujarnya.

Khofifah juga mengungkapkan Pemprov Jatim bersama 127 RS Rujukan telah mempersiapkan bed yang cukup untuk isolasi dengan rincian 6.611 bed isolasi biasa dan 860 bed isolasi tekanan negatif/ICU yang saat ini jumlahnya tertinggi di banding provinsi lain di Indonesia.

“Penurunan kasus COVID-19 di Jawa Timur juga dapat dilihat di BOR Rumah Sakit di Jawa Timur yang konsisten menurun, dua minggu sebelumnya, BOR RS Rujukan COVID-19 di Jawa Timur adalah 49%, laporan terakhir dari Kemenkes RI menunjukkan bahwa BOR Jawa Timur saat ini adalah 38%, padahal standar WHO kapasitas bed dikatakan aman bila di bawah 60%. Artinya memang benar, tren kasus cenderung menurun,” tambah Khofifah

Walau telah terbebas dari zona merah,  Khofifah tetap berpesan kepada masyarakat untuk tidak lengah. Kepatuhan akan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menghindari kerumunan tetap harus dijalankan sampai penyebaran benar-benar berhenti.

“Saat ini, Masyarakat Jawa Timur harus tetap waspada dan gotong royong karena kita semua belum divaksin. Satu-satunya vaksin yang saat ini kita miliki adalah patuh terhadap protokol kesehatan. Oleh karena itu, mohon tetap patuh terhadap protokol kesehatan sampai berhenti penyebaran COVID-19 ini,” pesan gubernur perempuan pertama Jatim ini. fan

 

Update Kondisi Covid-19 di Jatim

Zona Orange : 28 Kab/Kota

Banyuwang,  Nganjuk, Bondowoso, Jombang, Tuban, Sidoarjo, Magetan, Ngawi, Sumenep, Lamongan, Bojonegoro, Kota Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Blitar, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Situbondo, Kediri,  Mojokerto, Kota Batu, Kota Malang, Pasuruan, Ponorogo,  Gresik, Jember, Kota Mojokerto, Kota Madiun

Zona Kuning: 10 Kab/Kota

Pamekasan,  Pacitan, Kota Blitar, Bangkalan, Kota Kediri, Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Malang, Sampang